Selasa, 05 Mei 2015

RAHASIA WUDHU

Ada keutamaan jika seseorang terus menerus dalam keadaan suci atau berwudhu. Yaitu tatkala wudhu batal, kemudian kembali berwudhu lagi.
Keadaan seperti itu akan mudah bagi kita untuk melakukan ibadah. Kala ingin membaca Al Qur’an dan memegang mushaf, maka bisa langsung membaca. Kala ingin laksanakan shalat sunnah, maka dengan mudah pula bisa melakukannya. Inilah yang didapat dari orang yang selalu menjaga wudhu.
Keutamaan orang yang selalu menjaga wudhu disebutkan dalam hadits berikut tentang Bilal yang disebutkan bahwa suara sandal beliau sudah terdengar di surga.
Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata,
يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِى إِلَى الْجَنَّةِ مَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَطُّ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى
“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”
Bilal menjawab,
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ
Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)
Syaikh Abu Malik dalam Fiqhus Sunnah lin Nisaa’ (hal. 49) menyatakan bahwa disunnahkan berwudhu setiap kali wudhu tersebut batal karena adanya hadats.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.” (Kitab Matan Al Idhoh, hal. 20).
Semoga dimudahkan dalam menjaga wudhu. Hanya Allah yang memberi taufik.

Rabu, 22 April 2015

~ DO'A SETELAH SHALAT DHUHA~




DO'A SETELAH SHALAT DHUA

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

~ KEUTAMAAN SHALAT DHUHA ~

Pertama, orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua, barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga, orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat, orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).
Kelima, Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam, orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

 
 



Selasa, 21 April 2015

~ INDUK ISTIGHFAR ~

شداد بن أوس ‏‏رضي الله عنه ‏عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏‏سيد ‏‏الاستغفار أن تقول
{ اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت أعوذ بك من شر ما صنعت أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت}
قال ومن قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة ومن قالها من الليل وهو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة  .رواه البخاري


“Dari syaddad bin Aus  -semoga Allah meridhoi nya- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sayyidul istighfar ialah engkau mengucapkan: ‘Ya Allah Engkau adalah Robb-ku, tiada ilah yang berhaq diibadahi dengan benar selain Engkau, Engkau lah yang menciptakanku, aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada perjanjianku, dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.’”[1]

Penjelasan Hadist

Di awal doa di katakan اللهم yang artinya adalah ‘Ya Allah’ dan ini sering kita temukan di beberapa doa yang tercantum dalam al-Quran dan juga sunnah Rosulullah, dan sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu al-Qoyyim[2] makna dari  اللهم ialah: ‘Ya Allah’, maka tidak diperuntukan melainkan untuk meminta/memohon sesuatu, maka dari itu tidaklah kita mengatakan اللهم غفور رحيم (Ya Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang), akan tapi kita kata kan اللهم اغفر لي وارحمني (Ya Allah ampunilah aku dan sayangilah aku).
Kemudian dilanjutkan dengan أنت ربي لا إله إلا أنت خلقتني وأنا عبدك  artinya: ‘Engkau adalah Robb-ku tiada Robb yang berhaq diibadahi selain-Mu, Kau-lah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.’
Ini adalah ungkapan yang mencakup di dalamnya dua macam tauhid, yang pertama ialah tauhid rububiyyah dan yang kedua ialah tauhid uluhiyyah.
1. Tauhid rububiyyah yang isinya ialah pengakuan akan kemampuan Allah atas segalanya, Maha Pencipta, Maha memberi rizqi, Maha Mengatur, dan lainnya yang menyatakan akan kemahakuasaan Allah atas seluruh makhluk-Nya, juga tauhid rububiyyah mengharuskan adanya tauhid al-asma’ wa as-shifaat.
2. Tauhid uluhiyyah yang mencakup agar seorang hamba memurnikan seluruh amalnya, dan mempersembahkannya untuk Allah semata tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Dalam doa ini pun di katakan خلقتني وأنا عبدك artinya: ‘Kau-lah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.’
Para ulama mengatakan bahwa tauhid rububiyyah mengharuskan seseorang untuk mewujudkan tauhid uluhiyyah, karena jika seseorang yang beriman bahwa tidak ada yang menciptakan selain Allah maka wajiblah atasnya untuk menyembah dan beribadah hanya kepada yang menciptakannya, dan ini pun ada di dalam al-Qur’an, Allah berfirman وأنا ربكم فاعبدون artinya: ‘dan Aku-lah Robb kalian, maka sembahlah Aku.’[3]
Sahabat yang mulia Ibnu Abbas  -rodhiyallahu ‘anhuma- menafsirkan ayat 21-23 dalam surat al- Baqoroh dengan mengatakan: ‘Janganlah kalian menjadikan bagi Allah sekutu dalam ibadah sedangkan kalian mengetahui bahwa tidak ada yang menciptakan kalian selain Allah.’
Kemudian selanjutnya وأنا علي عهدك ووعدك مااستطعت artinya: ‘dan aku setia di atas perjanjianku dengan Mu, semampuku.’
Ulama menjelaskan makna dari kalimat ini, diantara maknanya ialah bahwa Allah telah memerintahkan kita agar selalu berada di atas keimanan, maka kita pun menyatakan akan berada di atas perintah-Nya dan senantiasa untuk berpegang teguh dengan perintah-Nya.
Dan di dalamnya pun dikatakan sesuai dengan kemampuanku, yaitu seorang hamba melaksanakan perintah Allah sesuai dengan kemampuan yang dia sanggupi, dan inilah salah satu bentuk rahmat Allahkepada hamba-Nya, yaitu dengan tidak membebani di luar kemampuan hamba. Dan ketika seorang hamba mengucapkan ‘sesuai kemampuanku’ menunjukan akan lemah dan kurangnya daya dari seorang hamba, sehingga ia memohon agar Allah tidak menghukumnya karena tidak melaksanakan perintah dengan sempurna.
Dan inilah salah satu faidah yang disebutkan ulama ketika menjelaskan hadist yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh -rodhiyallahu ‘anhu- bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا أمرتكم بأمر فأتو منه مااستطعتم،
“Jika aku memerintahkan sesuatu perkara maka lakukanlah semampu kalian.”[4]
Di sini dijelaskan bahwa perintah dilakukan sesuai kemampuan yang dimiliki, karena suatu perintah terkadang tidak bisa dilaksanakan atau bisa dilaksanakan akan tetapi tidak sempurna pelaksanaannya.
Dan perlu disadari juga bahwa seorang hamba tidak bisa melakukan seluruh kewajiban yang Allah tentukan, juga tidak bisa memenuhi semua ibadah dengan keadaan yang sempurna, sehingga seorang hamba hendaknya bersungguh-sungguh untuk selalu berusaha memperbaiki keimanannya dan mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan, karena Allah-lah yang maha mengetahui apa yang dilakukan seluruh hamba-hamba-Nya, baik yang nampak atau yang tersembunyi.
Kemudian dikatakan dalam doa ini أعوذ بك من شر ما صنعت artinya: ‘Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat.’
Di sini dijelaskan bahwa seorang hamba hendaknya berlindung kepada Allah dari kejelekan yang dilakukannya, sebagaimana seseorang yang lari dari musuh menuju benteng pertahanan yang akan menyelamatkannya dari gangguan musuh tersebut. Dan juga di sini dijelaskan bahwa perbuatan kejelekan seorang hamba disandarkan kepada hamba yang melakukannya, sebagaimana dalam hadist yang disabdakan Rosulullah:
 والشر ليس إليك
yang artinya: ‘dan tidaklah kejelekan itu disandarkan kepada-Mu.’
Ini menunjukan bahwa perbuatan keburukan ialah hasil perbuatan hamba, dan Allah-lah yang memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna, dan seluruh perbuatan Allah mengandung hikmah dan maslahah (kebaikan).
Kemudian dilanjutkan doa ini dengan perkataan أبوء لك بنعمتك علي ،وأبوء بذنبي yang artinya: ‘Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku.’
Dalam doa ini juga ada dua ungkapan, yaitu ungkapan akan kenikmatan Allah kepada hamba dan ungkapan pengakuan akan dosa seorang hamba, sehingga dengan ungkapan pengakuan nikmat Allah kepadanya mengharuskan hamba selalu bersyukur dan tidak kufur, juga dengan ungkapan pengakuan dosa yang mengharuskan seorang hamba selalu bertaubat akan dosa-dosanya.
Juga faidah yang disebutkan bahwa seorang hamba akan memulai taubat dari dosa ketika dia mengetahui dan mengakui dia berbuat kesalahan, karena itulah pelaku bid’ah jarang yang mengakui bahwa kebid’ahannya merupakan bentuk dosa kepada Allah, sehingga sedikit dari mereka yang diberi taufiq untuk bertaubat.
Kemudian di antara faidah dari doa ini juga bahwa seorang hamba ketika berada di pagi hari atau sorenya, tidaklah terlepas dari dua perkara ini yaitu nikmat yang Allah berikan atau dosa seorang hamba yang di lakukannya, sehingga sebagian salaf mengatakan:
(إني أصبح بين نعمة وذنب،فأريد أن أحدث للنعمة شكرا و للذنب استغفارا)
Artinya: “Aku berada di pagi hari di antara  nikmat dan dosa, maka aku ingin membalas nikmat dengan rasa syukur dan dosa dengan istighfar.”[5]
Kemudian doa ini ditutup dengan kalimat فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت artinya: ‘Maka ampunilah aku karena tidak ada yang mampu mengampuni dosa selain engkau.’
Dalam kalimat penutup dalam doa ini di dalamnya terkumpul antara tauhid dan istighfar, sebagaimana di dalam al-Quran pun banyak disebutkan penggabungan antara tauhid dan istighfar, sebagaimana dalam QS Muhammad ayat 19 yang Allah berfirman:
فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات.
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhaq disembah melainkan Allah dan mintalah ampunan atas dosamu dan untuk orang-orang beriman laki-laki dan wanita mu’minaat.”
Dari ayat di atas menunjukkan bahwa persaksian akan tiada tuhan yang berhaq disembah selain Allah dengan jujur dan keyakinan akan menghapuskan kesyirikan yang tersembunyi atau yang nampak, yang besar atau kecil, disengaja atau tidak, dan istighfar akan membersihkan sisa-sisa dari dosa lainnya, maka sebaik-baik pujian adalah ucapan tauhid, dan sebaik-baik doa adalah istighfar.
Maka selayaknya bagi setiap muslim untuk menghafal dan berdzikir dengan doa ini di pagi harinya dan di sore harinya, karena di dalam doa ini terkandung makna kemurnian peribadatan kepada Allah Ta’ala.



__________
1. Shohih Bukhori (no.6303)
2. Kitab Jala al-Afhaam (hal 143)
3.  QS al-Anbiya ayat 92

Rabu, 08 April 2015

WANITA, HARTA DAN TAHTA





Judul di atas adalah merupakan asesories dunia yang selalu menjadi rebutan manusia selama manusia ada di dunia. Ini adalah hal yang wajar dan manusiawi, karena didalam manusia ada unsur nafsu ditambah lagi ada unsur dari luar manusia yang senantiasa menggodanya baik dari depan, dari belakang bahkan sampai masuk keperedaran darah, itulah syetan. Kehidupan manusia yang menjeneralisir lewat aktivitas kehidupan sehari-hari baik mereka yang menggeluti bidang ekonomi, bidang politik, bidang seni dan budaya, bidang sosial lainnya tidak akan lepas menyentuh dan berurusan dengan wanita, harta dan tahta. Ketiga-tiganya bisa menjadi sasaran dalam kehidupan di dunia yang temporer ini. Bila kita pilih salah satu menjadi sasaran utamanya,misalnya memilih tahta (jabatan/pangkat/status sosial yang tinggi), maka keduanya harta dan wanita bisa menjadi sarana/alat guna mencapapai tahta. Bila kita mempunyai sasaran utamanya harta, maka saranya adalah wanita dan tahta. Bila sasaran utamanya adalah wanita yang menjadi rebutan para kaum adam, maka saranya adalah harta dan tahta.

SEJAK MANUSIA PERTAMA HINGGA SEKARANG
Wanita, harta dan tahta adalah komponen yang menjadi rebutan keturanan adam sejak dahulu hingga sekarang. Ketiga komponen itulah dunia se isinya menjadi ramai, menjadi gaduh bahkan saling perang hingga menumpahkan darah mengotori dunia. Mari kita pelajari bersama, sejak manusia pertama ada di dunia yaitu Nabi Adam kemudiaan diberi oleh Allah pasangan hidupnya yaitu Siti Hawa. Dari kedua pasangan makhluk pertama ini maka dikaruniai Allah, dimana dalam setiap kehamilannya mengandung dua anak sekaligus, putra dan putri. Dua putra yang pertama adalah Qabil dan Iqlima. Dua putra berikutnya adalah Habil dan Labudza. Empat putra-putri adam itulah yang kita kenal . Tiap anak-anak Nabi Adam satu dengan yang lainnya berbeda karakter, sifat dan perawakannya.
·         Qabil berwatak kasar,suka menentang dan sombong, hatinya amat keras, kurang santun dalam bergaul, hampir tidak punya rasa belas kasihan sedikitpun, tidak bisa menghargai orang lain, setiap langkahnya selalu ada tamak dan hasrat terhadap kedudukan, tapi sayang tubuhnya tidak mempunyai ketahanan badannya tidak sekuat adik lelakinya, Habil. Qabil ditugasi oleh Nabi Adam mengelola perkebunan.
·         Adik Qabil adalah seorang wanita bernama Iqklima. Seorang wanita yang sangat cantik dan berhati baik. Setiap pandangan matanya membuat lelaki mabuk kepayang. Secara fisik bisa dikatakan sempurna.
·         Selanjutnya adalah Habil. Seorang lelaki yang baik hati, berjiwa besar, lembut, santun. Hatinya selalu membawa pesona, ya hatinya memang suci, tidak ada niat buruk apapun. Perangainya amat luhur. Tubuhnya sangat kuat dan kekar. Habil ditugasi Nabi Adam untuk mengelola perternakan.
·         Sedangkan saudara perempuannya bernama Labudza, seorang perempuan yang biasa-biasa saja. Boleh dikatakan cenderung kepada sifat-sifat yang kurang baik. Dia tidak begitu dekat dengan kebaikan dan keluhuran.

Menginjak anak-anak Nabi Adam telah dewasa. Maka Nabi Adam mempunya rencana hendak menikahkan putra-ptrinya sendiri. Dengan ketentuan, seorang lelaki dinikahkan dengan saudara perempuannya yang tidak kembar dan tidak satu kehamilan dengannya. Dengan demikian Nabi Adam memutus melakukan pernikahan ; Qabil dengan Labudza sedang Habil dengan Iqlima. Proses pernikahan silang sifatnya. Apa reaksi Qabil ?. Ia menolak perintah Nabi Adam sebagai ayahnya. Qabil menyadari ia menginginkan dilakukan pernikahan dengan adiknya yang satu ke hamilan yaitu Iqlima yang cantik dan berbudi pekerti yang baik. Qabil yang berwatak keras dan kasar tetap pada pendirianya, tidak mau dinikahkan dengan Labudza.
Inilah pertama kalinya komponen wanita menjadi bahan perebutan anak Adam. Bagaimana sikap Nabi Adam menyelesaikan masalah ini ?. Akhirnya Nabi Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil untuk melakukan Qurban dipuncak gunung, siapa-siapa yang diterima qurbannya. Qurban adalah anjuran yang diketahui Nabi Adam dari Jibril. Qurban memang bukan anjuran, hanya menguatkan sifat-sifat kemanusiaan dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.
Habil mengorbankan hasil peternakannya, dipihnya seekor kambing yang besar, sehat dan yang paling baik kemudiaan disembelih dan dagingnya dijadikan qurban.
Sedang Qabil mengorbankan hasil pertaniannya, dipilihnya hasil pertaniannya yang kurang baik dan di ikatnya dan di jadikan qurbannya.
Daging kambing yang baik dan segar dan seikat hasil pertaniaan yang tidak baik sama-sama di taruh di atas puncak gunung. Tiba-tiba datanglah api memungut daging qurban dan membiarkan ikatan-ikatan hasil pertanian. Habil tersenyum bahagia, tahu bahwa qurbanya yang diterima “ Berarti Allah meridhaiku”, begitu bisik lirih dihati Habil.
Qabil yang qurbanya tidak diterima dalam kemurungannya mukanya muram. Marah bukan kepalang. Ia bahkan mengancam hendak membunuh adiknya “ Habil,apa-apaan ini ? Qurbanmu diterima, qurbanku tidak. Dasar !”, seru Qabil menggelegar sambil jari telunjuknya mengarahkan ke Habil. “ Allah kan hanya menerima qurban orang yang bertakwa” Jawab Habil. Jawaban Habil menambah kemarahan Qabil dan bahkan mengancam akan membunuh Habil. Lebih parahnyanya lagi Qabil menganggap Ayahnya Nabi Adam lebih menyenangi Habil ketimbang dirinya. Dada Qabil semangkin sesak, maka datanglah syetan membisikan kepada Qabil agar jalan yang terbaik bunuh saja si Habil. Bisikan-bisikan syetan terus menerus dan akhirnya Habil dibunuh dengan menjatuhkan batu besar ke kepala Habil. Darah segar mengalir dan berbaur dengan debu-debu yang ada di bumi. Maka terjadilah petama kali pembunuhan dibumi oleh anak adam. Hingga Qabil menjadi bingung mau diapakan mayat Habil tsb. Akhirnya lewat seekor burung gagak yanng sedang mencoker-coker membuat lubang dan kemudiaan burung gagak yang satunya mati di masukkan kedalam lubang tsb dan menutupnya kembali dengan cokeran paruhnya. Maka Qabilpun meniru apa yang dilakukan oleh burung gagak tsb.
Tahu tidak ceriteranya kerajaan singasari ?. Ken Arok dulu hanya seorang pengawal kerajaan Tumapel dengan rajanya Tunggul Ametung yang mempunya permaisyuri yang sangat cantik bernama Ken Dedes. Ken Arok sang pengawal Raja, tidak berani menatap wajah permaisyuri raja. Ketika Ken Dedes sedang mau naik tandu, Ken Arok menjaga agar tidak jatuh menaiki tangga ke tandu. Secara tidak di sengaja, Ken Arok melihat betis Kendedes yang putih dan mulus. Mata Ken Arok berbinar, seakan melihat cahaya putih dan pandangan tsb menembus sampai kerelung hatinya dan membangkitkan nafsu. Mulai saat itu hati Ken Arok risau, gelisah, rindu dendam kepada Ken Dedes yang cantiknya sempurna. Mulailah syetan-syetan menjalankan tugasnya dengan pelan dan pasti. Bisikan-bisikan syetan memberikan solusi bagimana mengatasinya gejolak jiwa yang ada pada Ken Arok. Disuruhnya membunuh suaminya yang menjadi rajanya, bila rajanyanya mangkat, selain mendapatkan Ken Dedes maka ia akan menggantikan jadi raja. Diaturlah strateginya pertama lewat pembuatan keris pusaka mpu Gandring. Akhirnya mpu Gandring sang pembuat keris dibunuhnya. Keris buatan mpu Gandring yang sangat baik tsb diberikan kepada Kebo Ijo yang berwatak keras, diberi hadiah keris yang sangat baik tsb Kebo ijo tambah senang, bahkan dipamerkan kepada kerabatnya. Ken Arok rupanya punya strategi yang bagus. Pada suatu malam keris yang diberikan ke Kebo ijo di curi oleh Ken Arok dan digunakan untuk membunuh Tunggul Ametung. Setelah membunuh Tunggul ametung, keris tsb dibiarkan di sebelah mayat Tunggul ametung.  Ke esokan paginya, gegerlah kerjaan atas meninggalnya sang raja. Tentunya bukti yang ada hanya sebilah keris, dan semuanya tahu bahwa keris tsb adalah milik kebo ijo. Tentunya kebo ijolah yang menjadi sasaran pembunuhan sang raja.
Ceritera di atas, hanyalah sebagai ibroh (nasehat), tentang asesories dunia wanita, harta dan tahta. Ketiga komponen tsb di atas yang menjadi kebanyakan tujuan hidup manusia di dunia, ketiganya menggoda jiwa setiap manusia, membuat silau, melupakan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Tujuan hidup manusia yang sesungguhnya adalah kehidupan di akhirat kelak dengan menggapai surga. Kehidupan dunia yang penuh onak, duri dan bisikan syetan yang mengajak menuju ke sesatan. Syetan memang menghendaki banyak teman di neraka. Waspadalah.....!

KEMANA RUH SAAT TIDUR



Dalam surah Az-Zumar ayat 42 Allah berfirman :
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah memegang jiwa-jiwa manusia ketika sedang tidur. Dalam ayat lain, yakni surah Al-An’am ayat 60-61 disebutkan:
“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” 

Di dalam 2 ayat diatas, Allah menyebutkan kata wafat 2 kali, yakni pada kata “yatawaffakum” yang diartikan sebagai kata ‘menidurkan’ pada ayat diatas, juga pada kata “tawaffathu” yang berarti “diwafatkan”. Hal ini adalah tentang 2 macam wafat, yakni wafat sementara dan wafat selamanya. Hal ini dijelaskan dalam ayat Az-Zumar ayat 42, “maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”
Karena itulah, ketika kita tidur, menurut sunnah dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, kemudian kembali lagi, hendaklah ia mengibas-ngibaskan kainnya tiga kali (sebelum tibur pada tempat tidurnya). Sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang terjadi saat ia meninggalkannya. Dan apabila berbaring, hendaklah ia membaca : ‘Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, Rabb-ku, aku meletakkan lambungku (tidur), dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya (bangun). Apabila Engkau menahan diriku (mati), sayangilah aku. Namun bila Engkau melepaskannya (hidup), peliharalah ia sebagaimana Engkau telah pelihara dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih”.
Tulisan disarikan dari terjemahan Ibn Katsir Rahimahullah Jadi apabila kita hendak tidur berwudhu’ lah dan bacalah do’a agar terhindar dari segala macam bahaya dan penyakit

Minggu, 05 April 2015

KEUTAMAAN BULAN RAJAB DAN SYAKBAN

 BULAN RAJAB DAN BULAN SYAKBAN



Segala puji hanya kepada Allah Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Agung Muhammad saw, beserta para sahabatnya, para keluarga dan kepada seluruh pengikutnya hingga akhir Zaman. Amin.

Allah menciptakan bilangan bulan dalam satu tahun sebanyak dua belas bulan. Diantara dua belas bulan tersebuta ada empat bulan haram (suci). “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Maysir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Untuk lebih jelasnya mari kita simak firman Allah :
 
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”
  (Qs. At Taubah: 36)

 Lalu empat bulan haram apa yang dimaksud dalam ayat tsb di atas ?.Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ 
وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Karenanya bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah , Muharram dan Rajab adalah disebut bulan suci, dimana didalam bulan-bulan tsb bulan-bulan yang dimuliakan, sehingga kita di anjurkan untuk banyak-banyak melakukan perbuatan amal ketaatan . Bulan rajab adalah bulan dimana ada sebuah peristiwa yang sangat spektakuler tepatnya pada tanggal 27 Rajab yaitu Isra Mikraj merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke sidratul muntaha kecuali Nabi Agung Muhammad saw. 
Bila sudah masuk bulan rajab, maka dua bulan lagi umat islam akan kedatangan tamu agung yaitu bulan Ramadhan. Bulan suci, bulan yang penuh keberkahan dimana amal-amal soleh di obral, amalan sunah mendapat ganjaran amalan wajib,amalan wajib dilipat gandakan.Bulan ampunan, dimana seluruh dosa manusia mendapat ampunan. Bulan tilawah, dimana hampir seluruh umat manusia tiap harinya tidak lepas dari bacaan ayat-ayat suci Al Quran. Bulan kasih sayang, hampir semua umat islam berhati lembut dan kasih sayang, tidak segan-segan mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk dibagikan untuk umat yang sedang kekurangan. Bulan rajab seakan bulan persiapan menyambut bulan suci ramadhan ibarat kita mau lari cepat, stat nya di bulan rajab. Keutamaan di bulan rajab banyak sekali yang meriwayatkannya, tetapi secara mental kita mulai meningkatkan amal-amal kebaikan dan menjahui perbuatan kemaksiatan.

Setelah melampau bulan Rajab maka selanjutnya memasuki bulan Syakban.  Pada bulan Syakban Rasulullah selalu berupaya untuk menyempurnakan ibadahnya sehingga pada bulan Syakban berupaya untuk meraih keutamaan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh istrinya Siti Aisyah.

“Dari Aisyah; Rasulullah tidak pernah puasa dalam satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Sesungguhnya beliau berpuasa sebulan penuh pada bulan ini. (Hr. Bukhari Musim)
“ Dari Abu Hurairah  RA berkata, Rasulullah SAW bila pertengahan bulan Sya’ban telah dijumpai, maka janganlah berpuasa sunnah. (HR. Turmudzi).

Rasulullah saw banyak melakukannya ibadah malam di bulan syakban terutama pada pertengahan bulan (Nisfu syakban) . Shalat malamnya pada pertengahan bulan sama dengan shalat malamnya pada malam-malam lainnya. Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah didalam Sunannya dengan sanad yang lemah,”Apabila malam nisfu sya’ban maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya.

Ketika memasuki bulan rajab dan syakban maka banyak-banyaklah berdo'a
 



Dua bulan secara berturut-urut yaitu bulan Rajab dan Bulan Syakban  bila di ibaratkan adalah bulan persiapan awal untuk memasuki bulan Ramdhan. Sehingga umat islam dua bulan sebelumnya sudah menyiapkan secara fisik dan mental lewat amalan-amalan kebajikan sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan sudah benar-benar siap. Dengan harapan puasa di bulan ramdahan akan menghasilkan umat islam yang benar-benar bertakwa kepada Allah.

Betapa indahnya agama islam. Betapa teraturnya agama Islam. Betapa mulianya agama islam mengajak manusia menjadi mulia.

 “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” 
(QS. Al-Hujurat [49]:13)


wallahu'alam bishshowab.