Minggu, 28 Juni 2015
# APA HUKUMNYA BERSETUBUH SIANG HARI DI BULAN RAMADHAN #
Bismillah alhamdulillah ...La Hauwla walaquwwata illa billah..
Semua ajaran islam harus dilaksanakan sesuai dengan kadar kemampuan dan kondisi yang ada pada setiap individu insan. Tidak ada paksaan untuk beragama islam. Akan tetapi bila sudah mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan pintu gerbang seseorang memasuki dan meyakini agama islam, maka mulai saat itulah semua perintah wajib mesti ditunaikan.Islam adalah agama yang keras tapi lentur. Ajaran islam keras tapi lentur, yang artinya bila sengaja meninggalkan perintah yang wajib tanpa ada sesuatu yang menghalanginya, maka akan mendapat siksa yang berat, lentur berarti tidak memaksa untuk dilakukan pada setiap induvidu bila memang kondisi dan keadaan orang islam tsb tidak mampu untuk menjalankannya. Tentunya dengan kejujuran yang tinggi bagi setiap orang islam, memang tidak mampu melakukannya, dan dikuatkan dengan keterangan ahklinya (misal dokter) bila kondisinya memang sakit.
Bagaimana halnya bila suami istri pada siang hari dibulan ramadhan, karena tidur bersama tiba-tiba melakukan hubungan suami istri. Apa hukumnya ?.
Untuk hal ini pernah diceriterakan Dari Abu Hurairah ra. Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw kemudiaan berkata :
"Ya Rasulullah, celakalah saya "
"Apa yang membuatku celaka ? " Rasulullah bertanya.
"Saya bersetubuh dengan istriku di siang hari bulan Ramadhan" Orang itu menjawab
"Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak ? Sabda Rasulullah
"Tidak " Jawab orang itu
"Apakah kamu mampu puasa dua bulan berturut-turut ?" Sabda Rasulullah
"Tidak ?" Jawab orang itu
"Apakah engkau mampu memberi makan 60 orang miskin ?" Sabda Rasullah
"Tidak " Jawab orang itu
"Duduklah." Sabda Rasulullah
Diapun duduk. Kemudiaan ada yang mengirim satu wadah kurma kepada Nabi saw.
"Bersedekahlah dengan ini " Sabda Rasulullah . Maksudnya dengan kurma.
"Kepada orang yang lebih fakir dari kami ?. Tidak ada di antara dua kampung ini keluarga yang lebih miskin dari kami" Kata orang itu.
Rasulullah saw pun tertawa hingga terlihat gigi serinya, lalu Rasulullah bersabda : "Ambilah, berilah makan keluargamu "
(Mutatafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al Bukhari No 1936 dan Muslim No 1111)
Dari hadist tersebut di atas dapat kita pelajari bahwa ajaran islam tidak memberatkan untuk dilaksanakan sesuai kondisi keadaan dan kemampuan setiap individunya. Seorang yang paling miskin di antara dua kampungnya melakukan hungan suami istri, hingga ia mengeluh dan melaporkan sendiri akan perbuatannya kepada Rasulullah. Maka orang itu terkena kafarat yaitu diperinthakan membebaskan seorang budak tapi tidak mampu. Disuruh puasa dua bulan berturut-turut akan tetapi tidak mampu. Disuruh memberi makan 60 orang miskin tetapi tidak mampu, karena diantara kedua kampungnya dia adalah orang yang paling miskin. Apa reaksi Rasulullah ?. Apa memarahinya ? Mengumpatnya ?. Tidak..Bahkan malah tersenyunm dan tertawa. Orang itu akhirnya oleh Rasulullah diberi sewadah kurma untuk orang itu untuk diberikan kepada keluarganya yang miskin. Subhanallah.... Indahnya agama yang di ajarkan oleh Rasulullah..
Kamis, 25 Juni 2015
~:: KEPOMPONG RAMADHAN :: ~
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wa Barokatuh.
Alhamdulillahi washolatu wassalamu 'ala rusulillahi wa'alaa jami'i man walahu,waba'du.
Alhamdulillah wasykurillah wanikmatillah La Haula Wala quwwata illa billah. Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah. Saat sekarang kita sedang menjalankan ibadah puasa wajib di bulan ramadhan tahun ini. Kita telah tahu semua bahw perintah puasa adalah merupakan bagian dari rukun Islam yang ke empat yaitu melaksanakan sahum atau puasa di bulan suci ramdhan. Dimana rukun islam yang terdiri dari 5 yaitu ; Syahadat, Shalat, Zakat, Shaum dan Haji ke baitullah bagi yang mampu. Ditegaskan juga perintah Allah diwajibkan bagi orang-orang yang beriman untuk melaksanakan shaum atau puasa di bulan ramdhan agar bertakwa. Sebagimana firman Allah swt.
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah [2] : 183)
Sehingga hukumnya wajib bagi orang yang telah beriman, kecuali bila dalam keadaan sakit atu dalam perjalanan (safar) sebagaimana di jelaskan dalam firman Allah swt :
امًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.
Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan
(lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang
ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang
yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah,
(yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan
hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan
berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Ketika bulan ramadahan tiba umat islam berubah total dalam
perilaku kehidupan sehari-harinya. Masjid dan mushola yang tadinya sepi ketika
subuh atau isa maka banyak dikunjungi untuk beribadah berjamaah. Cermah-cernah
agama sangat banyak frekwensi penampilannya, baik di media masa seperti TV,
Radio, mimbar masjid dan mushola semuanya menyerukan kebagusan. Prilaku umat
manusia hampir berubah drastis semuanya ber aroma agamis. Tidak hanya yang berubah
sikap kearifannya akan tetapi berubah juga pola kebutuhan hidup sehariannya
yang lebih banyak konsumtif, orang lebih banyak belanja makanan dan pakaian
pada bulan ramadhan, hal ini akan lebih terasa bila hari lebaran akan tiba. Semuanya serba mewah, sandang, papan dan
pangan serba wah...
Bagi muslim sejati ramadhan adalan bulan yang dinanti-nanti.
Tiga bulan lamanya senantiasa berdo’a tiada henti-hentinya “ Ya Allah
sampaikanlah aku di bulan Rajab dan di
berikanlah kesempatan untuk bisa bertemu dibulan ramadhan”, sampai air matanya
mengalir, air mata kerinduan ingin segera bertemu dengan bulan ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan ampunan, bulan penuh berkah dan di
dalamnya ada malam lailatul qadr, malam seribu bulan, kita disuruh mencari
malam lailatu qadr terutama pada sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan.
Semangat ibadahnya tambah kencang, masjid-masjid banyak membuka peluang untuk
melakukan itikaf selama sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, semata-mata hanya
untuk mendekatkan diri kepada Allah. Berdzikir, bertadzarus Al-Quran dan memuja dan memuji akan ke agungan Alllah swt. Tapi kebanyakan orang pada sepuluh hari
terakhir pikirannya sudah bergeser ke kebutuhan dunia. Belum punya baju,sepatu atau sandal, makanan dan minuman untuk lebaran, sehingga kebanyakan pada malam itu
banyak orang-orang yang itikaf di mall-mall dan pasar malam. Malam-malam
terakhir di bulan ramdhan disia-siakan, padahal Allah membuka pintu ampunan
dan keberkahan lebar-lebar. Siapa yang minta ampun maka akan di ampuni,
siapa yang minta keberkahan dan rahmat akan diberikan. Bulan ramadhan bulan obral
amal, amal sunah pahalanya dinaikkan menjadi pahala amal wajib, amal wajib
pahalanya dilipat gandakan. Ini ramadhan benar-benar bulan penuh keberkahan
Allah.
Sebelas bulan manusia penuh gelopotan daki dosa. Ibarat
lampu sentir corongnya hitam legam terkena api. Begitupun pada diri manusia
sebelas bulan bergelut dengan kehidupan sehari-hari pasti tidak lepas dari salah
dan dosa. Baik dosa kecil, dosa besar, dosa yang nampak, dosa yang tidak
nampak, dosa yang disengaja dan tidak disengaja, setiap dosa yang dilakukan
maka akan membuat titik-titik hitam dalam qalbu, semangkin banyak titik
hitamnya maka akan menggelapkan qalbu. Bila qalbu telah gelap, maka tidak bisa
membedakan mana yang baik, mana yang buruk, mana yang haq dan mana yang bathil.
Bulan ramadhan adalah bulan pencucian hati yang penuh jelaga
akibat perbuatan dosa. Allah Maha Pemurah dan Maha Kasih Sayang, maka pada
bulan ramdhanlah bulan pencucian jiwa lewat puasa ramadhan. Ramadhan sendiri
artinya membakar, dalam pengertian membakar seluruh dosa, agar manusia kembali
suci sesuai fitrahnya ketika pertama kali lahir ke dunia lewat rahim seorang
ibu, manusia dilahirkan dalam keadaan suci tidak berdosa. Kalau di ibaratkan mesin yang selama sebelas
bulan digunakan terus, maka satu bulan tsb turun mesin (overhaul) untuk diperbaiki agar pengoperasian mesin berikutnya
berjalan dengan baik.
Kita telah tahu semua bahwa shaum ramadhan adalah hukumnya
wajib bagi yang beriman. Setiap perintah Allah pasti akan membawa kebaikan
untuk hidup orang tsb, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan berpuasa atau
shaum ramdahan, maka penyakit-penyakit yang mengendap pada diri manusia akan
hilang atau sembuh. Asam labung akan menurun, peredaran darah akan lancar. Hal
ini bisa dibenarkan karena pencernaan pada waktu siang terbebas dari
makanan-makanan yang bersantan, dan berlemak. Untuk itu ikutilah cara
Rasulullah berbuka puasa, yang disunahkan berbuka dengan tiga butir kurma dan minum air putih secukupnya. Menurut hasil
riset bahwa didalam buah kurma banyak mengandung unsur gula alamai, karbohidrat
dan banyak vitamin sebagai penggati kebutuhan manusia di waktu siang saat
berpuasa. Dan buah kurma banyak dijadikan obat untuk penyakit. Jangan sampai
ketika berbuka puasa menjadi waktu balas dendam akan kebutuhan makan, artinya
ketika berbuka puasa perut kita di isi dengan aneka makanan selera kita.
Bulan ramdhan seharusnya bulan MENAHAN dari nafsu makan,
minum dan syahwat. Kita benar-benar menahan seluruh nafsu buruk kita, menjaga
seluruh panca indera kita. Mata,telinga dan hati tidak untuk berbuat maksiat.
Tangan dan kaki tidak untuk berbuat mencederai manusia. Ibarat seeokor
kupu-kupu yang sedang jadi kepompong, berdiam diri tidak makan dan tidak minum
selama beberapa hari hingga kepompong menetas menjadi seekor kupu-kupu yang
indah sayapnya. Setiap manusia akan senang melihatnya, dari anak kecil sampai
orang tua terpaut hatinya ingin rasanya menangkapnya. Akan tetapi kupu-kupu yang
tadinya berbentuk ulat bulu hampir setiap orang merasa jijik melihatnya dan ditakuti manusia akan
tetapi setelah melalui fase proses kepompong
jadilah kupu-kupu bersayap indah dan lebar, mengepakkan sayapnya terbang
melesat ke angkasa mengindari tangkapan anak manusia yang mengganggunya.
Subhanallah..... ketika masih jadi ulat yang menjijik kan, jalan nya tertatih
sedepa demi depa, akan tetapi kini bisa berterbangan dengan jarak tempuh
puluhan kilo meter hanya dalam waktu yang cepat.
Proses kepompong hampir mirip dengan puasa ramadhan. Sebulan
berpuasa selain menjalankan perintah agama, juga fase training agar menjadi
manusia sejati. Dengan proses menahan lapar dan dahaga dan menahan nafsu
syahwat, menjaga lisan, menjaga telinga, menjaga tangan, menjaga kaki menjaga
kemaluan dan menjaga perut agar tidak berbuat kemaksiatan yang berakibat
dosa. Benar-benar training mental dan
jiwa kita bersikap jujur dan berperilaku mulia terhadap sesamanya. Bila
training nya lulus, maka akan menjadi manusia yang suci kembali ke fitrahnya seperti dilahirkan kembali. Hatinya bercahaya, pandangan hidupnya tidak sempit akan
tetapi berpandangan luas penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.
Sehingga setiap penampilan dan tingkahnya disenangi dan dikagumi setiap insan manusia, karena kebersihan hatinya. Hati yang bersih akan memancarkan inner beauty yang membuat menarik bagi siapa yang memandangnya. Semoga kita akan mendapat ampunan di bulan ramadhan. Semoga kita mendapat Rahmat
dan keberkahan di bulan ramadhan. Sehingga usai ramadhan, maka kita akan
menjadi manusia yang berakhlak mulia sesuai tuntunan Nabi Agung Muhammad SAW.
SEMOGA.....
Asyhadu alla ilaha illallah astaghfirullah asalukaljannata
waa’udzubika minannar Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul’afwa fa’fua’anni
Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, saya mohon
ampun kepada Allah, saya meminta surga, dan berlindung kepada Allah dari siksa
neraka. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf sebab itu beri maaflah saya.
Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wa Barokatuh.
Senin, 22 Juni 2015
~oOo~ SHALAT ISROQ ~oOo~
Bismillah...
Bila kita belum bisa umrah atau haji. Kita bisa melakukan dengan melakukan shalat isroq yang pahalanya senilai dengan umrah dan haji. Ini caranya.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ
ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى
رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
تَامَّةٍ »
“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid[1]
– untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia
shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala
haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna“[2].Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat shalat, setelah shalat shubuh berjamaah, untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melakukan shalat dua rakaat[3].
Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Shalat dua rakaat ini diistilahkan oleh para ulama[4] dengan shalat isyraq (terbitnya matahari), yang waktunya di awal waktu shalat dhuha[5].
- Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… sampai matahari terbit“, artinya: sampai matahari terbit dan agak naik setinggi satu tombak[6], yaitu sekitar 12-15 menit setelah matahari terbit[7], karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika matahari terbit, terbenam dan ketika lurus di tengah-tengah langit[8].
- Keutamaan dalam hadits ini lebih dikuatkan dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai melakukan shalat shubuh, beliau duduk (berzikir) di tempat beliau shalat sampai matahari terbit dan meninggi”[9].
- Keutamaan dalam hadits ini adalah bagi orang yang berzikir kepada Allah di mesjid tempat dia shalat sampai matahari terbit, dan tidak berbicara atau melakukan hal-hal yang tidak termasuk zikir, kecuali kalau wudhunya batal, maka dia boleh keluar mesjid untuk berwudhu dan segera kembali ke mesjid[10].
- Maksud “berzikir kepada Allah” dalam hadits ini adalah umum, termasuk membaca al-Qur’an, membaca zikir di waktu pagi, maupun zikir-zikir lain yang disyariatkan.
- Pengulangan kata “sempurna” dalam hadits ini adalah sebagai penguat dan penegas, dan bukan berarti mendapat tiga kali pahala haji dan umrah[11].
- Makna “mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah” adalah hanya dalam pahala dan balasan, dan bukan berarti orang yang telah melakukannya tidak wajib lagi untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah jika dia mampu.
Minggu, 21 Juni 2015
~* SHALAT TEPAT WAKTU *~
Bimillah...
Kebanyakan manusia lebih takut sama perintah manusia ketimbang takut perintah Allah. Hal ini bisa dibuktikan. Ketika azan berkumandang yang merupakan perintah Allah untuk segera menunaikan ibadah shalat wajib, akan tetapi manusia masih asyik dengan pekerjaanya yang sedang dikerjakannya yang itu semua merupakan perintah manusia, baik itu atasan dalam kerjanya. Takut tidak bisa selesai dengan baik, takut kondite nya bisa menurun, takut tidak dinilai trampil ujung-ujungnya takut dipecat karena hasil kerjanya tidak baik dan tidak tepat waktu. Bahkan rasanya tidak enak sekali, bila tiba-tiba suara azan berkumandang kita dalam keadaan masih rapat atau meeting dengan bosnya, mau keluar ruangan untuk shalat rasanya takut. Kebanyakan manusia lebih takut sama manusia ketimbang sama Allah, yang hakekatnya Allah pemilik alam jagad raya ini.
Perhatikan hadist ini ;
مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ.
“Barangsiapa yang mendengar adzan tapi tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.”Pernah dikatakan kepada Ibnu Abbas , “Apa yang dimaksud dengan udzur itu?” ia menjawab, “Takut atau sakit.” Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , bahwa beliau didatangi oleh seorang laki-laki buta, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya rukhshah untuk shalat di rumahku?” kemudian beliau bertanya,
هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَأَجِبْ.
“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat?” ia menjawab, “Ya”, beliau berkata lagi, “Kalau begitu, penuhilah.”
Orang yang buta saja dan tidak ada yang menuntun untuk pergi ke mesjid diperintahkan untuk memenuhi panggilan shalat bila masih bisa mendengar suara azan, tentunya dengan jalan yang tertatih-tatih dengan tongkatnya. Ini menunjukkan betapa SANGAT PENTINGNYA SHALAT WAJIB. Lantas kita yang diberi karunia dengan mata yang bisa melihat, badan yang sehat, ketika kita mendengar suara azan, hatinya tidak tergerak untuk segera menunaikan perintah Allah yang wajib ?. Dengan alasan hanya semuanya untuk kepentingan dunia yang fana ini, yang bila meninggal tiak akan dibawa.
Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)
Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:
- Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.
- Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
- Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.
Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ,
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ.
“Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”
SEMOGA KITA BISA MENJAGA SHALAT WAJIB KITA DENGAN TEPAT WAKTU....

Ilmu akan Membasahi Jiwamu yang Kering….

~ JIWA ATAU RUHNYA SHALAT ~
Jiwa atau ruhnya shalat adalah IKHLAS ,KHUSYU' dan HADIR HATI
IKHLAS
Kata abdul Qasim Abdul Karim Al Qusyairy dalam Risalahnya :
"Ikhlas itu, menentukan tha'at (ibadat) untuk Tuhan yang haq saja" (Membulatkan tujuan dalam beribadat hanya kepada Allah semata). Maksudnya adalah mengerjakan ibadah , semata-mata karena hendak mendekatkan diri kepada Allah semesta alam, bukan karena mengharap sanjungan atau pujian dan sanjungan dari manusia. Sehingga ikhlas merupakan pembersihan amal ibadah dari perhatian manusia.
Kata Abu 'Ali ad-Daqqaq:
"Ikhlas itu, ialah memelihara ibadah dari perhatian manusia Dan benar itu ialah: bersih hati dari mengikuti hawa nafsu"
Tegasnya orang yang mukhlis, tak ada ria dalam mengerjakan ibadah. Dengan demikian Ikhlas ialah bersamaan perbuatan DHOHIR dan BATHIN dalam beibadah semata-mata mencari ridho Allah
KHUSYU
1. Kata setengah ulama : "Khusyu ialah memejamkan mata/penglihatan
dan merendahkan suara.
2. Kata Ali bin Abi Thalib r.a :"Khusyu ialah tiada berpaling kekanan
dan kekiri dalam shalat".
3. Kata Amru ibnu Dinar: " Khusyu ialah tenang dan bagus kelakuan"
4. Kata Ibnu Sirin : "Khusyu ialah tiada mengangkat pandangan dari tempat sujud"
5. Kata Ibnu Jabir :"Khusyu ialah tetap mengarahkan pikiran kepada shalat
hingga tiada mengetahui orang sebelah kanan dan kiri"
6. Kata "Atha : "Khusyu ialah : "Tiada mempermain-mainkan tangan,
tiada memegang-megang badan dalam shalat"
Dengan keterangan diatas maka pengertia khusyu adalah :
AMALAN BADAN, seperti tenang. AMALAN HATI sama dengan TAKUT. Menurut pentahqiqan : "Khusyu adalah amalan hati; suatu keadaan (kelakuan) yang mempengaruhi jiwa, yang tercermin dalam wujud anggota badan seperti tenang dan menundukan diri.
Nabi bersabda:
"Sekiranya khusyu hati-jiwa ini, tentulah khusyu segala anggotanya" (H.R. Al Hakim, At Turmudzy dari Abu Hurairah, Al-Jamius Shaghier, Jilid 2, Halaman 108)
Tegasnya khusuk ialah : "Tunduk dan tawadlu, serta BERKETENANGAN HATI dan segala anggota badan kepada Allah"
Sedangkan pengertan TAKUT AKAN ALLAH dalam shalat ialah merasa benar-benar akan Kekuasaan Allah dan akan kekuatan-Nya dan ketembusan iradat-Nya atau Kehendak-Nya.
HADIR HATI
Hadir hati dalam shalat ialah memusatkan segala pikiran kepada yang dikerjakan (shalat) tiada berpaling kepada yang lainnya. Jangan sampai ketika shalat akan tetapi hatinya kemana-mana, yakinkan bahwa Allah melihat semua gerak-gerik kita.
SEMOGA BISA KHUSYU DALAM SHALAT.....JANGAN PUTUS ASA BILA BELUM DIDAPAT...STEP BY STEP...DALAM MERAIH KEKHUSYUAN DALAM SHALAT....
Jumat, 19 Juni 2015
~ PEMBAGIAN JUZ DALAM AL QURAN ~
- Juz 1 : QS. (1). Al-Faatihah ayat 1 s/d (2). Al-Baqarah ayat 141
- Juz 2 : QS. (2). Al-Baqarah ayat 142 s/d (2). Al-Baqarah ayat 252
- Juz 3 : QS. (2). Al-Baqarah ayat 253 s/d (3). Al-Imran ayat 92
- Juz 4 : QS. (3). Al-Imran ayat 93 s/d (4). An-Nisaa ayat 23
- Juz 5 : QS. (4). An-Nisaa ayat 24 s/d (4). An- Nisaa ayat 147
- Juz 6 : QS. (4). An-Nisaa ayat 148 s/d (5). Al-Ma’idah ayat 81
- Juz 7 : QS. (5). Al-Ma’idah ayat 82 s/d (6).Al-An’am ayat 110
- Juz 8 : QS. (6). Al-An’am ayat 111 s/d (7). Al-A’raf ayat 87
- Juz 9 : QS. (7). Al-A’raf ayat 88 s/d (8). Al-Anfal ayat 40
- Juz 10 : QS. (8). Al-Anfal ayat 41 s/d (9). At-Taubah ayat 92
- Juz 11 : QS. (9). At-Taubah ayat 93 s/d (11). Hud ayat 5
- Juz 12 : QS. (11). Hud 6 s/d (12). Yusuf ayat 52
- Juz 13 : QS. (12). Yusuf ayat 53 s/d (14). Ibrahim ayat 52
- Juz 14 : QS. (15). Al-Hijr ayat 1 s/d (16). An-Nahl ayat 128
- Juz 15 : QS. (17). Al-Isra ayat 1 s/d (18). Al-Kahfi ayat 74
- Juz 16 : QS. (18). Al-Kahfi ayat 75 s/d (20). Thaahaa ayat 135
- Juz 17 : QS. (21). Al-Anbiyaa ayat 1 s/d (22). Al-Hajj ayat 78
- Juz 18 : QS. (23). Al-Mu’minun ayat 1 s/d (25). Al-Furqan ayat 20
- Juz 19 : QS. (25). Al-Furqan ayat 21 s/d (27). An-Naml ayat 55
- Juz 20 : QS. (27). An-Naml ayat 56 s/d (29). Al-Ankabut ayat 45
- Juz 21 : QS. (29). Al-Ankabut ayat 46 s/d (33). Al-Azhab ayat 30
- Juz 22 : QS. (33). Al-Azhab ayat 31 s/d (36). Yaasiiin ayat 27
- Juz 23 : QS. (36). Yaasiin ayat 28 s/d (39). Az-Zumar ayat 31
- Juz 24 : QS. (39). Az-Zumar ayat 32 s/d (41). Fushshilat ayat 46
- Juz 25 : QS. (41). Fushshilat ayat 47 s/d (45). Al-Jaatshiyah ayat 37
- Juz 26 : QS. (46). Al-Ahqaf ayat 1 s/d (51). Adz-Dzaariyaat ayat 30
- Juz 27 : QS. (51). Adz-Dzaariyaat ayat 31 s/d (57). Al-Hadid ayat 29
- Juz 28 : QS. (58). Al-Mujaadilah ayat 1 s/d (66). At-Tahrim ayat 12
- Juz 29 : QS. (67). Al-Mulk ayat 1 s/d (77). Al-Mursalat ayat 50
- Juz 30 : QS. (78). An-Nabaa ayat 1 s/d (114). An-Naas 6
Langganan:
Postingan (Atom)






