Selasa, 01 September 2015

"Rahasia di Balik Waktu Shalat"

Rahasia di Balik Waktu Shalat, yang Berhubungan Dengan Tubuh Kita




Apakah kita ingat tentang larangan orang tua kita waktu masih kecil? jika waktu mendekati Maghrib harus segera masuk ke rumah ? Atau kita juga pernah mendengar orang berkata, jangan bangun kesiangan nanti rizki kita di patok ayam, ada juga yang bilang kita akan lebih sehat jika membiasakan bangun pagi sebelum subuh. Seperti halnya yang di contohkan oleh Rasulullah SAW, Rasulullah SAW terbiasa bangun disepertiga akhir malam atau sebelum waktu subuh itu datang. Beliau selalu shalat di awal waktu. Dan kebiasaan baik itu kini terbukti secara ilmiah bisa menyehatkan tubuh manusia.

Berbicara tentang shalat, Setiap umat muslim diwajibkan melaksanakan shalat 5 waktu, yaitu subuh, duhur, asar, magrib dan isya. Dan ternyata ada rahasia di balik waktu shalat yang berhubungan dengan tubuh manusia. Ingin tahu apa hubungannya? berikut penjelasannya.

Setiap peralihan waktu sholat sesungguhnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang bisa diukur dan diserap melalui perubahan warna alam semesta.




SUBUH
Saat Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang sama dengan frekuensi tiroid. Persamaan ini mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Jadi warna biru muda / waktu subuh memiliki rahasia yang berhubungan dengan rezeki dan komunikasi. Seseorang yang sering tertinggal waktu Subuhnya atau terlewat secara berulang - ulang kali, jika dalam waktu yang lama akan menghadapi masalah dalam komunikasi yang pada akhirnya berakibat pada jalan rezekinya.

Ini dapat ditandai jika kita tidur setelah subuh akan bangun dengan rasa haus, berbeda pada saat kita terbangun saat tidur siang. Tubuh juga akan merasa kehilangan keseimbangan dan kehilangan semangat. Ini terjadi karena tenaga alam yang berwarna biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang seharusnya bisa terserap jika manusia bangun saat sebelum fajar. Disini juga dapat kita temukan rahasia diperintahkan Sholat diawal waktu. Berawal saat adzan Shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi, mereka yang terlewat Subuhnya sebenarnya sudah tidak dapat lagi menyerap tenaga yang berasal dari alam secara optimal.

DHUHUR
Selanjutnya Warna alam akan berubah ke warna hijau (isyraq & Dhuha) kemudian berubah menjadi kuning, warna kuning menandakan masukknya waktu Dhuhur. Spektrum warna pada waktu ini sama dengan frekuensi perut dan hati, frekuensi ini berhubungan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini memiliki rahasia yang berhubungan dengan keceriaan dan optimisme. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan / terlewat Dhuhurnya secara berulang dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan akan cenderung kehilanang sifat cerianya.

ASHAR
Lalu setelah waktu duhur, warna alam akan beralih ke warna orange, yaitu menunjukan masuknya waktu Asyar dimana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang melingkupi sistem reproduksi. Rahasia di balik warna orange adalah kreativitas. Orang yang sering tertinggal waktu Asyar, ia akan kehilangan daya kreativitasnya. Dan ternyata, tenaga pada waktu Asyar ini amat dibutuhkan oleh organ - organ reproduksi kita.

Dan Menjelang waktu maghrib,warna alam beralih ke warna merah dan di waktu ini kita dahulu sering dinasehati oleh orang2 tua agar segera masuk atau tidak berada diluar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan Iblis dan ini bermakna Jin dan Iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini, hendaknya Sholat Maghrib dulu. Karenapada waktu ini banyak yang akan mengaburkan penglihatan kita. Rahasia waktu Maghrib/ warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

ISYA
Kemudian jika kita telah memasuik waktu Isya' alam berubah kewarna indigo dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu Isya' ini menyimpan rahasia ketentraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kerja otak manusia. Bagi Mereka yang sering ketinggalan Isya'nya akan selalu berada dalam kegelisahan. Pada waktu ini, Alam berada dalam kegelapan dan sesungguhnya, inilah waktu tidur yang baik dalam Islam. Tidur pada waktu ini dinamakan waktu dalam kondisi delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam masa istirahat dari aktivitas.

Selepas tengah malam, alam kembali bersinar dengan warna putih, merah jambu dan lalu beralih ke warna ungu, waktu ini hanya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitasi, talamus dan hipotalamus. Tubuh seharusnya bangkit, pada waktu ini dan di dalam Islam di sebut dengan sepertiga akhir malam. Jika ingin mendapatkan kebaikan pada waktu ini, Maka hendaklah manusia bangun dan melakukan shalat malam / tahajud.

Begitulah rahasia dibalik waktu-waktu shalat yang hubungan dengan tubuh manusia. Setiap orang hendaknya mengetahui informasi ini. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait Rahasia di Balik Waktu Shalat, yang Berhubungan Dengan Tubuh Kita :

Minggu, 23 Agustus 2015

ciri ciri wanita yang akan membawa rezeki buat suaminya.





          
# 1. Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
Ada empat faktor yang menjadi pertimbangan sebelum menikahi seorang wanita, yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya dan (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk memilih wanita karena faktor agamanya, beruntung sekali jika bisa mendapatkan keempatnya. Wanita yang taat pada Allah dan Rasulnya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman. Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang saleh didampingi istri yang salehah akan menjadikan rumah tangga itu berberkah, menghasilkan anak-anak yang saleh / salehah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.
# 2. Wanita yang taat pada suaminya.
Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud kepada suaminya (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka isteri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang isteri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.
“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang saleh adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya”. (Q.S. An Nisa : 34).
# 3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
Tugas utama isteri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Isteri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya. Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal postif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.
# 4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wnita salehah” (H.R. Muslim). Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang saleh hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya.
Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendoakannya akan memudahkan rezeki datang padanya.
# 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Saat suami keluar mencari nafkah, isteri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya. Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.
# 6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain. ” Maukah kalian kuberitahu isteri-isteri yang menjadi penghuni surga yaitu isteri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (H.R.An Nasai). Isteri seperti ini adalah isteri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,
# 7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya. Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun memlalui suaminya.
# 8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya. Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunat seperti puasa sunat meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.
# 9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak /takdir Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus doa, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat. Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Itulah 9 ciri-ciri wanita atau isteri yang akan membawa rezeki bagi suaminya. Betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan isteri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun isteri belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik isterinya, karena isteri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu alam.






Kamis, 20 Agustus 2015

MELURUSKAN IKHLAS



Ruhnya sebuah amal adalah ikhlas. Ikhlas adalah amal bathin, tiada orang yang tahu sekalipun teman dekat, hanya diri sendiri dan Allahlah yang tahu. Oleh karena itu setiap kita beramal selalu mengevaluasi amal kita, ketika permulaanya amal kita berniat dengan ikhlas akan tetapi dalam perjalananya terjadi penyimpangan menuju perbuatan ikhlas. Karena syetan yang senantiasa menggoda kita agar amal baik kita dicederai dengan tidak ikhlas. Syetan menggoda agar kita tidak beramal, kalau sampai bisa melakukan amal maka syetan menggodanya agar amal tsb tidak ikhlas dengan membangkitkan rasa sombong dalam dirinya, merasa paling soleh merasa paling baik. Oleh karena itu tipu daya syetan agar selalu kita mewaspadai, karena syetan selalu membelak-belokkan niat ikhlas kita agar tergelincir dari amal yang tidak ikhlas, membisik-bisikan perbuatan agar timbul ria. Bagaimana agar amal kita bisa ikhlas ?. Pertama agar senantiasa meng evaluasi amal-amal kita agar ikhlas dan yang kedua adalah selalu berdo’a agar setiap amal kita selalu ikhlas.
Bila ada komentar-komentar dari orang lain akan tindakan amal yang telah kita lakukan dengan nada sumbang, biarkan saja karena hanya Allah dan dirinya yang mengetahui akan ke ikhlasan perbuatan kita. Bila amal kita ikhlas, maka kita tidak akan marah atau tersinggung  bila perbuatan amal kita dibicarakan orang dengan nada minir, begitupun sebaliknya bila amal kita di puji orang maka kita tidak akan bangga dengan pujian yang ini merupakan benih-benih kesombongan yang bila selalu di hembus-hembusakan maka akan timbul rasa bangga yang bisa menjebak kita menjadi perbuatan yang tidak ikhlas. Dengan bangganya akan berkata “ Ini semua tidak akan terbentuk bila aku tidak bergerak”. Kata sayyidina Ali bin abi Thalib ra. “Bila kamu  berbuat iklas maka jangan katakan aku telah berbuat ikhlas”. Karena didalam ucapan tsb ada keniatan yang tersembunyi agar orang lain mengakui ke ikhlasan kita agar di anggap melakukan perbuatan ikhlas.  Apa artinya sebuah pujian manusia buat diri kita ?. Hanya Cuma rasa bangga akan pengakuan kehormatan manusia.
Perbuatan tidak iklas bisa dikatagorikan perbuatn musyrik kecil, musyrik yang samar-samar. Bila kita akan berbuat amal baik maka kita niatkan, karena bila sudah berniat beramal baik baik maka sudah dicatat sebagai amal perbuatan baik walaupun belum dikerjakan, akan tetapi bila kita berniat melakukan perbuatan tidak baik maka belum dicatat sebagai perbuatan kejahatan sebelum dilkukan tindakan kejahatan.
Oleh karena itu setiap amal yang akan kita lakukan kita niatkan semata-mata mencari ridho Allah. Salah satu do’a yang setiap hari kita ucapkan adalah do’a iftitah kita dalam sholat “ Inna sholati wanusuki wamahyaya wa mamati lillahi robil’alamin “. Sesungguhnya sholatku ibadahku hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.  Ini gambaran ikhlasan “Hanya Untuk Allah”. Bila ini menjadi motivasi amalan kita, maka orang lain tidak akan bisa mempengaruhi amalan kita, atas amal kita kita tidak akan tersinggung, apalagi sampai marah karena tujuan amal kita bukan untuk manusia akan tetapi “Lillahi Robbil ’alamin”. Semua amal yang dilakukan oleh hati, oleh lisan dan oleh anggota badan akan mendapat perhitungan disisi Allah.
Ada sebuah kisah seseorang yang bertempur di medan perang dan gugur sebagai syuhada. Sehingga para sahabat berkomentar dia gugur sebagai seorang yang syahid. Akan tetapi Nabi memberi komentar lain “ Ia meninggal bukan seorang syuhada “. Ternyata selidik punya selidik ternyata sahabat yang meninggal dunia di medan pertempuran, niatnya ketika mau berangkat perang agar mendapat pujian dari calon mertua perempuan yang akan dinikahinya. Ketika perang sebuah panah mengenai dadanya, karena tidak kuat menahan rasa sakitnya, maka panah yang menancap di badannya didorongnya kedalam badannya, hingga akhirnya meninggal dunia dengan cara membunuh dirinya. Ini karena terjadi titik berangkatnya berperang bukan mencari ridho Allah atau tidak ikhlas, karena kertika terjadi luka dibadannya maka ia tidak kuat.
Ketika kita niat akan berinfak syetan sudah mulai menggodanya. “ Jangan berinfak karena kebutuhan kita juga masih banyak “. Bila kita menang dan kita mengeluarkan infak, maka syetan masih menggodanya, agar infak yang dikeluarkan akan menjadi ria. Sifat ria seperti kayu bakar yang akan membakar habis amal-amal yang telah kita lakukan, sehingga dimata Allah tidak akan mendapatkan pahala.

Kamis, 23 Juli 2015

INFO KESEHATAN






COPAS DARI :
TRIBUN-TIMUR.COM - Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa penggunaan sehari-hari dari es batu dapat membantu tubuh Anda menjadi lebih sehat dan juga bisa mengisi kembali tenaga dalam tubuh Anda.
Selain itu meletakkan es batu pada titik tersebut bisa membuat Anda lebih energik dan menjadi awet muda.
Caranya mudah sekali yaitu dengan meletakan es batu berukuran kecil di leher bagian belakang dimana letaknya adalah bagian tengah antara pundak dan kepala.
Teknik ini berkaitan erat dengan akupunktur Cina dan manfaatnya seperti hal tersebut.
di mana Anda meletakan es batu itu adalah Feng Fu atau jika diterjemahkan yang berarti “Rumah Angin”.
Hanya dengan cara memegang es batu selama 20 menit pada titik Feng Fu Anda akan merasakan hal luar biasa walaupun pada awalnya memang Anda akan merasa dingin pada titik tersebut.
Namun, setelah tiga puluh atau empat puluh detik Anda akan merasakan kehangatan.

Dengan melakukan hal ini setiap hari Anda akan mulai merasa euforia.
Hal ini terjadi karena hormon endorfin akan mengalir pada darah Anda.
Tidak hanya itu saja manfaat teknik tersebut, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti:
* Meningkatkan kualitas tidur
* Pencernaan menjadi lebih baik
* Jauh dari penyakit seperti pilek
* Mengurangi nyeri sendi , sakit gigi dan sakit kepala
* Perbaikan sistem pernapasan dan sistem kardiovaskular yang lebih baik
* Tidak ada lagi perubahan degeneratif tulang belakang dan gangguan neurologis
* Membantu mengurangi infeksi seksual yang menular dan gastrointestina
* Menghilangkan gangguan kelenjar tiroid
* Menghilangkan hipotensi, hipertensi dan arthritis
* Asma akan pergi seketika
* Membantu permasalahan kekurangan gizi atau obesitas
 * Katakan tidak pada selulit
* Menstruasi yang lebih baik dan membantu permasalahan seperti impotensi, infertilitas, kelenjar endokrin
   dan frigiditas
* Insomnia, kelelahan kronis, depresi, stres, dan manajemen gangguan psiko-emosional
Metode ini membantu tubuh untuk mengembalikan keseimbangan tanpa menggunakan obat yang berbahan kima.
Ingin mencoba? Rasakanlah manfaat yang akan terjadi.

Rabu, 22 Juli 2015

PUASA-PUASA SUNAH

 







TATACARA PUASA SUNNAH

Pertama: Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, minum dan selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154). An Nawawi memberi judul dalam Shahih Muslim, “Bab: Bolehnya melakukan puasa sunnah dengan niat di siang hari sebelum waktu zawal (bergesernya matahari ke barat) dan bolehnya membatalkan puasa sunnah meskipun tanpa udzur. ”


Kedua: Boleh menyempurnakan atau membatalkan puasa sunnah. Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah diatas. Puasa sunnah merupakan pilihan bagi seseorang ketika ia ingin memulainya, begitu pula ketika ia ingin meneruskan puasanya. Inilah pendapat dari sekelompok sahabat, pendapat Imam Ahmad, Ishaq, dan selainnya. Akan tetapi mereka semua, termasuk juga Imam Asy Syafi’i bersepakat bahwa disunnahkan untuk tetap menyempurnakan puasa tersebut.

Ketiga: Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seizin suaminya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari no. 5192 dan Muslim no. 1026)
An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah puasa sunnah yang tidak terikat dengan waktu tertentu. Larangan yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah larangan haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama Syafi’iyah. Sebab pengharaman tersebut karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap harinya. Hak suami ini wajib ditunaikan dengan segera oleh istri. Dan tidak bisa hak tersebut terhalang dipenuhi gara-gara si istri melakukan puasa sunnah atau puasa wajib yang sebenarnya bisa diakhirkan.”Beliau rahimahullah menjelaskan pula, “Adapun jika si suami bersafar, maka si istri boleh berpuasa. Karena ketika suami tidak ada di sisi istri, ia tidak mungkin bisa bersenang-senang dengannya."


MACAM-MACAM PUASA SUNAH

   Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)


 Puasa Daud
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

Cara melakukan puasa Daud adalah sehari berpuasa dan sehari tidak. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari’atkan lainnya. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Karena ingat, di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas, maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. …


Puasa Senin Kamis
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. Shahih dilihat dari jalur lainnya).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739. Shahih)

Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Hijriyah
Dianjurkan berpuasa tiga hari setiap bulannya, pada hari apa saja. Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).” (HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Shahih)
Namun, hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid  Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2345. Hasan). Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Hasan)


Puasa di Bulan Sya’ban
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156). Yang dimaksud di sini adalah berpuasa pada mayoritas harinya (bukan seluruh harinya) sebagaimana diterangkan oleh Az Zain ibnul Munir Para ulama berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib.

Puasa di Awal Dzulhijah
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968. Shahih). Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya. Di antara amalan yang dianjurkan di awal Dzulhijah adalah amalan puasa.
Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Shahih).

Puasa ‘Arofah
Puasa ‘Arofah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162). Sedangkan untuk orang yang berhaji tidak dianjurkan melaksanakan puasa ‘Arofah. Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,  “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arofah. Ketika itu beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya.” (HR. Tirmidzi no. 750. Hasan shahih).

Puasa ‘Asyura
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163). An Nawawi -rahimahullah- menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.”
Keutamaan puasa ‘Asyura sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Qotadah di atas. Puasa ‘Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertekad  di akhir umurnya untuk melaksanakan puasa ‘Asyura tidak bersendirian, namun diikutsertakan dengan puasa pada hari sebelumnya (9 Muharram). Tujuannya adalah untuk menyelisihi puasa ‘Asyura yang dilakukan oleh Ahlul Kitab.
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).


Puasa Ayyamul Bidh

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).
Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Namun dikecualikan berpuasa pada tanggal 13 Dzulhijjah (bagian dari hari tasyriq). Berpuasa pada hari tersebut diharamkan.

Senin, 13 Juli 2015

MANFAAT MINYAK ZAITUN






15 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat minyak zaitun
Manfaat minyak zaitun. Minyak zaitun atau Olive Oil merupakan minyak yang terdapat pada buah zaitun atau Olea Europaea. Minyak zaitun merupakan salah satu minyak sehat, hal ini karena mengandung lemak tak jenuh yang tinggi. Buah zaitun dapat juga untuk dikonsumsi begitu saja. Minyak zaitun sering juga dijadikan sebagai bahan kosmetik atau perawatan untuk rambut. Selain itu, berikut ini manfaat minyak zaitun.






 

 Manfaat Minyak Zaitun

  1. Menjaga kesehatan jantung
  2. Manfaat minyak zaitun untuk menjaga kesehatan jantung
    Seperti yang telah disebutkn diatas bahwa minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh. Hal ini yang dapat membuat minyak zaitun dapat bermanfaat untuk mengontrol kolesterol jahat pada tubuh serta dapat membantu meningkatkan kolesterol baik. Sehingga manfaat minyak zaitun dapat menjaga kesehatan jantung.

  3. Mencegah kanker
  4. Manfaat minyak zaitun untuk mencegah kanker
    Minyak zaitun mengandung antioksidan yang cukup tinggi, sehingga dapat mencegah kanker serta dapat membantu untuk mengurangi resiko terserang kanker. Senyawa yang bernama hidroksitirosol yang terdapat pada antioksidan sangat baik untuk membantu dalam menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel yang tidak normal penyebab kanker.

  5. Mencegah diabetes
  6. Manfaat minyak zaitun untuk mencegah diabetes
    Salah satu manfaat minyak zaitun yaitu dapat bermanfaat menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga dapat mencegah penyakit diabetes melitus.

  7. Menyehatkan usus
  8. Manfaat minyak zaitun untuk menyehatkan usus
    Senyawa yang bernama Oleuropein Aglycone dalam minyak zaitun dapat berperan dalam menjaga suplai darah ke bagian usus. Senyawa tersebut dapat mengurangi risiko kerusakan yang terjadi pada jaringan usus yang disebabkan oleh gejala iskemia atau kurangnya aliran darah dalam sel.

  9. Menjaga kesehatan kulit
  10. Manfaat minyak zaitun untuk menjaga kesehatan kulit
    Minyak zaitun ini mengandung anti oksidan yang digunakan untuk mencegah kerusakan sel. Hal inilah yang dapat membuat kulit terhindar dari penuaan dini.

  11. Menghilangkan artritis
  12. Manfaat minyak zaitun untuk menghilangkan artritis
    Minyak zaitun memiliki kandungan zat yang bernama Prostaglandin. Zat Prostaglandin dapat membantu mengatasi rasa nyeri sendi serta pengeroposan tulang.

  13. Memanjangkan rambut
  14. Manfaat minyak zaitun untuk memanjangkan rambut
    Pertama haluskan biji lemon dan lada, lalu campurkan 2 sendok makan minyak zaitun. Kemudian, oleskan campuran tadi tersebut pada kulit kepala dan biarkan selama 20 menit. Cuci dengan menggunakan shampo.

  15. Melembabkan bibir
  16. Manfaat minyak zaitun untuk melembabkan bibir
    Manfaat minyak zaitun juga dapat digunakan untuk melembabkan bibir. Campurkan minyak zaitun dengan beeswax. Besswax merupakan sebuah lilin alami yang diproduksi dari sarang lebah. Kombinasikan dua bahan tersebut yang dapat membuat bibir terhidrasi.

  17. Mengatasi rambut rusak
  18. Manfaat minyak zaitun untuk mengatasi rambut rusak
    Pertama siapkan kelopak bunga mawar atau ektrak melati dalam minyak zaitun. Kemudian simpan pada botol tertutup sedikitnya 24 jam. Usapkan rambut dengan menggunakan air panas, lalu oleskan ke kulit kepala dan pijat beberapa menit.

  19. Menangkal radikal bebas
  20. Manfaat minyak zaitun untuk menangkal radikal bebas
    Minyak zaitun memiliki kandungan aktioksidan-polifenol. Zat tersebut dapat bermanfaat untuk membantu tubuh dalam detoksifitkasi molekul tidak seimbang sehingga ampuh menangkal serangan radikal bebas.

  21. Mencegah rambut rontok
  22. Manfaat minyak zaitun untuk mencegah rambut rontok
    Zat yang terkadung pada minyak zaitun dapat bermanfaat untuk membantu dalam mengatur keseimbangan kelembaban pada kulit kepala.

  23. Menghilangkan sel-sel kulit mati
  24. Manfaat minyak zaitun untuk menghilangkan sel-sel kulit mati
    Campurkan minyak zaitun dengan garam ataupun gula yang digunakan untuk meluruhkan sel-sel kulit mati sehingga sel-sel kulit baru akan tumbuh dan pada akhirnya membuat kulit menjadi bersih.

  25. Menebalkan rambut

  26. Manfaat minyak zaitun untuk menebalkan rambut
    Pertama-tama kocok 2 butir telur serta secangkir minyak zaitun selama 2 menit atau hingga lembut. Kemudian oleskan dari akar hingga ujung rambut. Lalu diamkan 10 menit dan cuci. Manfaat minyak zaitun ini dapat digunakan sebagai salah satu cara menebalkan rambut.


  27. Mengatasi wajah berminyak

  28. Manfaat minyak zaitun untuk mengatasi wajah berminyak
    Ambil sedikit bubuk cendana, tambahkan dengan beberapa tetes minyak zaitun. Campurkan, lalu oleskan pada masker wajah dan biarkan selama 10 menit. Bilas masker wajah tersebut dengan air dingin.


  29. Menghilangkan flek pada wajah

  30. Manfaat minyak zaitun untuk menghilangkan flek pada wajah

    Oleskan minyak zaitun tersebut pada wajah dan leher. Biarkan hingga 4 atau 5 menit, kemudian uapkan. Hal ini dapat membuka pori-pori kulit serta dapat membantu dalam membersihkan kulit secara alami. Selain itu juga efektif untuk menyingkirkan flek kulit wajah.
Itulah 15 manfaat minyak zaitun. Banyak juga manfaat minyak zaitun antara lain dapat menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes, menebalkan rambut, menghilangkan flek pada kulit wajah, ataupun sebagainya.






- Minyak zaitun punya beberapa jenis di pasaran. Bisaya ada 3 jenis, yaitu : Sulingan, Extra Virgin dan Murni. Berikut penjelasanya. 

· Minyak Zaitun Sulingan
Minyak zaitun yang jenis pertma adalah sulingan. Jenis ini merupakan jenis minyak zaitun yang mengalami proses penyulingan lanjutan, setelah proses pertama. Warnanya kekuningan dan cocok digunakan untuk menumis. Jenis ini manfaat minyak zaitun nya sudah sangat berkurang karena sudah melewati beberapa tahap penyulingan. 

· Minyak Zaitun Murni
Salah satu ciri Minyak zaitun yang murni biasanya berwarna hijau kekuningan. herbal jenis murni ini yang paling baik adalah untuk masak dengan pemanasan yang tidak terlalu lama. Jenis minyak zaitun murni adalah hasil proses lanjutan dari jenis yang extra virgin.  Harga pasaran biasanya lebih rendah dari jenis sulingan dan extra virgin. 

· Minyak Zaitun Extra Virgin
Ciri jenis extra virgin : kehijauan, memiliki rasa dan aroma yang lebih tajam. Minyak ini sangat tidak disarankan  untuk menumis atau menggoreng karena kadar minyaknya yang rendah. Cara mengambilmanfaat minyak zaitun jenis extra virgin adalah langsung dikonsumsi. 
Hati-hati minyak zaitun palsu. Bagaimana cara membedakan zaitun asli dengan yang palsu. Caranya mudah. letakkan satu sendok kecil minyak zaitun di telapak tangan, kemudian gosok dengan kedua tangan selama 1 menit, setelah itu ciumlah aroma minyak zaitun. Jika anda merasakan panas dan mencium aroma yang kuat di tangan berarti minyak zaitun itu asli. Sumber: www.herbalramuan.com






Minggu, 12 Juli 2015

TIPS HUDUP SEHAT CARA RASULULLAH












Adalah satu nikmat Allah yang harus kita jaga adalah nikmat kesehatan. Betapa tingginya nikmat kesehatan ini dapat kita rasakan ketika kita telah dirundung sakit. Oleh karena itu, maka mencegah agar kita tidak sakit akan jauh lebih berharga dibandingkan dengan mengobatinya, meskipun kita percaya bahwa semua penyakit memang ada obatnya.
Salah satu usaha untuk mencegah supaya kita tidak gampang sakit adalah mengikuti cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dalam sejarah Rasulullah SAW, konon diketahui bahwa selama hidupnya pernah mengalami sakit satu kali saja. Yaitu ketika beliau menjelang tutup usia. Memang ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah mengalami sakit lebih dari satu kali. Namun, pendapat tersebut tetap menunjukkan bahwa Rasulullah memang jarang menderita sakit selama hidupnya. Dengan melihat betapa sibuknya beliau dalam mengemban tugas kenabian, maka pendapat tersebut tetap memberikan gambaran betapa kuat fisik beliau atau betapa kuat daya tahan beliau.
Pertanyaan yang akan dijelaskan dalam tulisan singkat ini adalah kiat-kiat apakah yang beliau lakukan dalam keseluruhan kehidupan beliau, sehingga Rasulullah SAW memang memiliki daya tahan fisik yang begitu kuat? Ada beberapa kebiasaan hidup yang rupanya menjadi fondasi yang kuat bagi kesehatan beliau.

Pertama,
Rasulullah SAW sangat selektif dalam memilih makanan yang halalan dan toyyiban. Rasulullah SAW hanya makan makanan yang halal, dalam arti bukan makanan haram yang diperoleh dari usaha atau cara yang tidak dibenarkan secara syariat. Dengan kata lain, Rasulullah SAW selalu makan makanan yang diperoleh dengan cara yang benar. Bukan makanan dari hasil curian, bukan berasal dari uang korupsi, dan sebagainya. Halal terkait dengan urusan akhirat. Sementara toyyib terkait dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya untuk kesehatan kita, atau bergizi atau tidaknya makanan yang kita makan. Sate kambing, sebagai contoh, memang merupakan makanan yang halal, karena diperoleh dari membeli dengan menggunakan uang dari jerih payah dalam bekerja, bukan uang korupsi dan atau bukan berasal dari hasil mencuri. Namun sate kambing bukan makanan yang toyyib bagi seseorang yang mungkin mengalami tekanan darah tinggi.

Kedua,
Rasulullah SAW tidak makan sebelum lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Dalam hal ini, Rasulullah SAW tidak makan sampai terlalu kenyang. Tidak makan sampai di luar batas kemampuan perutnya. Rasulullah mempertimbangkan kemampuan perut dengan perbandingan yang seimbang antara sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk udara (oksigen) di dalam perut. Perbadingan ideal tersebut hanya dapat dilakukan jika beliau tidak makan sebelum lapar, segera berhenti makan sebelum kenyang. Dengan kata lain, makan yang baik adalah pada waktunya. Penyakit maag pada umumnya terjadi karena cara makan yang tidak teratur.

Ketiga,
Rasulullah SAW makan dengan tenang, tuma’ninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo yang sedang. Cara makan yang dilakukan Rasulullah SAW ternyata sangat sesuai dengan anjuran kesehatan, agar kita mengunyah makanan sampai sekitar 32 kali, sehingga makanan yang kita makan sampai di usus besar dapat dicernakkan dengan mudah, dan kemudian diserap di usus halus dengan mudah pula. Tugas usus akan sangat terbantu oleh cara makan yang tenang, tumakninah, tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo yang sedang. Kita akan menikmati lezatnya makanan yang kita makan dengan cara makan yang demikian. Dan dengan demikian, rasa syukur akan muncul ketika kita makan, di samping memulai makan dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdallah.

Keempat,
Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun. Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.
Dalam hal urusan tidur, beliau tidak tidur melebih kebutuhan, namun tidak juga menahan diri tidak menahan diri untuk tidur sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal kebutuhan tidur yang melebih kebutuhan ini pernah diadakan penelitian oleh Daniel F. Kripke, seorang ahli psikiatri Universitas California, Amerika Serikat. Penelitiannya yang dilakukan di Jepang dan Amerika Serikat selama 6 tahun dengan responden berusia 30 – 120 tahun, dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Hal ini sangat berlawanan dengan mereka yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari delaman jam, 6 – 7 jam, maksimal 8 jam.
Menurut riwayat, cara tidur Rasulullah adalah miring ke kanan, menghadap kiblat. Jika sudah penat dengan cara ini, kemudian beliau miring ke kiri barang sejenak dan kemudian miring ke kanan kembali.
Tiga manfaat yang dapat diambil dari posisi tidur miring ke kanan, yaitu:
a.    Menjaga saluran pernafasan
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.
b.    Menjaga kesehatan jantung
Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
c.    Menjaga kesehatan paru-paru
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri,  jantung akan menekan paru-paru  kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.
Namun Rasullah juga terkadang miring ke kiri untuk sementara dan kemudian kembali lagi miring ke kanan.
Sebelum tidur dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana Rasulullah mencontohkan doa sebelum tidur:
“Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati” (HR Bukhari-Muslim).
Kemudian ketika bangun tidur kita juga dianjurkan untuk berdo’a:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami. Dan kepadaNyakita semua berkumpul” (HR Bukhari)

Kelima,
Rasulullah SAW selalu istiqamah melaksanakan puasa sunah,  di luar puasa wajib Ramadhan. Dari segi kesehatan, puasa merupakan satu bentuk pemberian istirahat bagi sistem pencernakan makanan kita. Ibarat mesin, sistem pencernakan kita memerlukan masa overhaul atau turun mesin untuk merevitalisasi kemampuan mesin. Demikian juga dengan sistem pencernakan kita, juga memerlukan turun mesin agar dapat mempunyai tenaga kembali untuk melakukan tugasnya dalam mencerna makanan dalam tubuh kita.
Keenam,
Rasulullah SAW selalu rutin berolahraga.
Olahraga merupakan kegiatan menggerakan seluruh anggota tubuh secara teratur, sehingga otot-otot menjadi kuat, persendian tidak kaku, dan aliran darah berjalan lebih lancar ke semua jaringan dan organ-organ tubuh. Rasulullah SAW menganjurkan semua muslim berolahraga secara rutin sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kesegaran jasmani. Sabda beliau: “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah” (HR.Dailami).
Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat menunjang perkembangan jiwa. Meningkatkan ketrampilan dan pertumbuhan badan.selain untuk menjaga stamina olahraga berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Dalam keseharian, bila perjalanan jarak pendek, Rasullah selalu berjalan kaki, yaitu dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasar dan dari pasar ke rumah-rumah sahabat. Bahkan beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam pahlawan di Baqi sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baik pada waktu terik matahari maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja. Sebab ketika berjalan kaki keringat mengalir di sekjur badan, pori-pori kulit terbuka dan peredaran darah berjalan nomal sehingga terhindar dari penyakit jantung. Ingatlah mencegah itu lebih baik daripada mengobati.
Ketujuh,
Rasulullah SAW selalu menjaga kebersihan.
Beliau senantiasa nampak rapi dan bersih walaupun pakaian yang beliau miliki tak lebih dari dua salinan. Tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada sorbannya. Sedang gamisnya selalu putih bersih. Tiap hari kamis atau jumat beliau mencukur rambut-rambut halus yang tumbuh di bagian pipi. Kuku juga dipotong setiap pekan. Rambut yang panjang selalu tersisir rapi pada waktu tertentu, beliau mengoleskannya dengan sejenis minyak wangi. Gigi beliau putih dan berbaris rapi.
Beliau bersabda:
“Gosoklah gigimu berulang-ulang sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai Allah”
Rasulullah menggosok gigi bukan hanya setelah bangun tidur tapi juga setiap habis makan dan setiap hendak sholat. Pada hari jumat disunahkan untuk mandi sebelum pergi ke masjid. Nabi bersabda:
“Mandi hari jumat adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman”(HR Muslim).
Bukan saja dikala hendak melakukan sholat, diluar sholat pun setiap muslim harus memperhatikan kebersihan diri. Rasulullah menjaga kebersihan bukan hanya karena ingin sehat tapi juga merindukan kasih saying Allah.
Kedelapan,
Rasulullah SAW tidak pernah marah.
Suatu riwayat menceritakan bahwa seorang untusan dari Bani Nadhir menemui Rasulullah untuk minta nasehat yang pendek dan dengan melaksanakan nasehat pendek itu, ia ingin masuk surga sehingga terlepas dari siksa neraka. Nabi memberi nasehat pendek.
“Jangan Marah”
“Ulangi nasehatmu ya Rasulullah!”
“Jangan Marah”
“Sekali lagi ya Rasulullah!”
“Jangan Marah”
Siapa yang tidak pemarah hatinya aka tenteram, jika rasa marah tumbuh segeralah dihilangkan dengan :
– Merubah posisi, misalnya jika marah timbul ketika sedang berdiri maka duduklah, jika sedang duduk maka berbaringlah.
-Segeralah berwudhu dan mengerjakan sholat sunah dua rakaat.
Kesembilan,
Rasulullah SAW menganjurkan agar jangan iri hati.
Iri hati adalah saudara kandung dari buruk sangka. Misal, timbul kecemasan dan kegelisahan dalam diri seseorang jika temannya memperoleh kehidupan yang lebih baik atau pangkat yang lebih tinggi. Hati Rasulullah selalu tenteram dan tak pernah membenci siapapun. Beliau bersabda:
“Tak kan masuk surga siapa pun yang gemar memburuk-burukan nama orang lain”.(HR. Abu Dawud)
Hanya dalam dua hal unmat Islam boleh bersikap iri. Sabda Rasulullah:
“Tak boleh bersikap iri kecuali dalam dua hal. Pertama terhadap orang yang memiliki kekayaan dan mempergunakannya untuk menegakkan yang haq. Kedua terhadap orang yang memiliki pengetahuan dan rajin menyebarkannya pengetahuannya itu kepada orang banyak” (HR.Bukhari)
Adanya keimanan dalam diri seseorang akan memiliki sikap hidup ikhlas dan sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar akan menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan sebutan stres. Apabila stres telah menghinggapi seseorang maka dia akan menjadi lemah yang akhirnya mudah terserang penyakit.

Kesepuluh,
Rasulullah SAW kerap kali menggosok gigi (bersiwak).

Waktu-waktu disuruh menggosok gigi.
1) Ketika bangun daripada tidur. Ini berdasarkan hadis dari Huzaifah r.a dia berkata :
عَنْ حُذَيْفَةَ ، قَالَ : “ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ“ .
Adalah Rasulullah SAW apabila bangun daripada tidur di waktu malam, Baginda s.a.w membersihkan mulutnya dengan bersiwak (gosok gigi). [Sahih al-Bukhari : 240]
2) Setiap kali hendak berwudhu. Ini berdasarkan hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي ، لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ الْوُضُوءِ ”
“Kalau aku tidak khuatir menyusahkan umatku, nescaya aku akan perintahkan untuk menggosok gigi setiap kali berwudhu.” [Musnad Ahmad : 10470. Shaikh Ahmad Syakir berkata: Isnadnya sahih]
3) Setiap kali hendak solat. Daripada Abu Hurairah r.a,Rasulullah s.a.w bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : “ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ ”
Kalau aku tidak khuatir menyusahkan umatku, nescaya akan aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap kali bersolat. [Sahih al-Bukhari : 844]
4) Ketika hendak masuk ke rumah. Daripada ‘Aisyah r.a, beliau berkata:
عَنْ عَائِشَةَ ، “ أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ ، بَدَأَ بِالسِّوَاكِ ”
Rasulullah s.a.w apabila masuk ke dalam rumahnya, baginda s.a.w akan memulakan dengan menggosok gigi. [Sahih Muslim : 377]
5) Di saat mulut mula berbau, kekuningan, selepas makan dan minum dan lain-lain. Ini kerana bersiwak (menggosok gigi dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesihatan.
6) Ketika hendak membaca al-Quran. Ini berdasarkan riwayat daripada Ali bin Abi Talib r.a:
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ُأَنَّهُ أَمَرَ بِالسِّوَاكِ ، وَقَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَسَوَّكَ ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي قَامَ الْمَلَكُ خَلْفَهُ ، فَتَسَمَّعَ لِقِرَاءَتِهِ فَيَدْنُو مِنْهُ ” أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا ” حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيهِ فَمَا يَخْرُجُ مِنْ فِيهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ ، إِلا صَارَ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ ، فَطَهِّرُوا أَفْوَاهَكُمْ لِلْقُرْآنِ ”
Kami disuruh untuk menggosok gigi. Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya apabila seorang insan menggosok gigi, kemudian dia bangun mendirikan solat , maka seorang malaikat berdiri di belakangnya dan mendengar bacaannya. Kemudian malaikat itu mendekatinya (kata perawi: atau menyatakan kalimat yang serupa) lalu meletakkan mulutnya di atas mulut orang tersebut sehingga tiada ayat-ayat al-Quran yang keluar dari mulutnya kecuali akan masuk ke dalam perut-perut malaikat. Oleh yang demikian, sucikanlah mulut kamu bila hendak membaca al-Quran. [Musnad al-Bazzar : 568. Shaikh Al-Albani menyatakan ia hadis hasan, lihat Sahih at-Targhib wa at-tarhib:215]

Cintanya Nabi s.a.w kepada menggosok gigi

عَنْ عَائِشَةَ : “ دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إِلَى صَدْرِي وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ ، فَأَبَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ ، فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَصَمْتُهُ وَنَفَضْتُهُ وَطَيَّبْتُهُ ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَنَّ بِهِ ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ ، فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ ، ثُمَّ قَالَ : “ فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى ثَلَاثًا“ ، ثُمَّ قَضَى ، وَكَانَتْ ، تَقُولُ : مَاتَ بَيْنَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي ” .
’Aisyah r.a menceritakan:’Abdurrahman ibn Abu Bakar r.a telah masuk menemui Nabi s.a.w sedangkan ketika itu aku sedang menyandarkan baginda s.a.w pada dadaku. Ketika itu ‘Abdurrahman membawa bersamanya kayu siwak basah yang digunakan untuk bersiwak. Maka Rasulullah s.a.w mengalihkan pandangan kepadanya.
Aku terus mengambil siwak itu dan meleraikannya, mengunyahnya serta melembutkannya, kemudian memberikannya kepada Nabi s.a.w, lalu baginda s.a.w bersiwak dengannya. Aku tidak pernah samasekali melihat Rasululah s.a.w bersiwak dengan cara yang lebih baik berbanding hari ini.
Maka setelah selesai bersiwak Rasulullah s.a.w mengangkat tangannya atau jarinya kemudian bersabda: Bersama teman yang tertinggi, baginda s.a.w mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian Baginda s.a.w wafat. ’Aisyah r.a  berkata: Rasulullah s.a.w wafat di antara tulang dadaku dan tulang daguku. [Sahih al-Bukhari : 4111]

Kesungguhan Para Sahabat Menggosok Gigi

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : “ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي ، لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ ” ، قَالَ أَبُو سَلَمَةَ : فَرَأَيْتُ زَيْدًا يَجْلِسُ فِي الْمَسْجِدِ وَإِنَّ السِّوَاكَ مِنْ أُذُنِهِ مَوْضِعَ الْقَلَمِ مِنْ أُذُنِ الْكَاتِبِ ، فَكُلَّمَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ اسْتَاكَ
Abu Salamah meriwayatkan daripada Zaid bin Khalid al-Juhaniy r.a, beliau berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kalau aku tidak khuatir menyusahkan umatku, nescaya akan aku perintahkan untuk menggosok gigi setiap kali bersolat. Abu Salamah berkata: Aku melihat Zaid duduk di dalam masjid, dan ketika itu kayu siwak berada pada telinganya, iaitu tempat diletakkan pen pada telinga seorang penulis. Setiap kali dia bangun mendirikan solat, dia akan menggosok gigi. [Sunan Abi Daud : 43, Shaikh al-Albani mensahihkannya dalam Sahih Abi Daud]

[Dari berbagai sumber]