Minggu, 13 September 2015

# WAHAI PEREMPUAN CANTIK JAGALAH LISANMU #




 
Kecantikan wanita bukan terletak pada paras wajahnya, akan tetapi salah satunya adalah terletak dari hatinya yang bersih dari noda penyakit hati yang tercerminkan dari tutur katanya yang lembut dengan menjaga lisannya.

Berkaitan dengan menjaga lisan. Ada sebuaah ceritera yang disampaikan oleh  Abu Hurairah ra. Ada yang menanyakan kepada Rasulullah begini :

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya si Fulanah suka shalat malam, shaum di siang harinya, mengerjakan (berbagai kebaikan ) dan bersedekah, hanya saja ia suka meng-ganggu para tengganya dengan lisannya"


Apa jawab Rasulullah ? Dijawab oleh beliau : "TIADA KEBAKAN PADANYA, DIA TERMASUK PENGHUNI NERAKA"

Seluruh amal-amal solehnya terkikis habis hanya karena perempuan tsb tidak bisa menjaga lisanya. Lisanya penuh kata-kata keji dan lisanya tidak disadarinya telah menusuk-nusuk perasaan orang lain.

Kemudian ia bertanya lagi kepada Rasulullah :
"Sesungguhnya si Fulanah yang lain mengerjakan (hanya) shalat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun "

Bersabda Rasulullah : "DIA TERMASUK PENGHUNI SURGA" (HR.AL-BUKHARI)

Wahai wanita cantik....sesungguhnya MENJAGA LISAN akan mendulang PAHALA dan Kasihsayang Allah...sehinga akan memasuk-kannya ke surga.

BERSAMBUNG....

Jumat, 11 September 2015

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN



Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

"Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".


MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaqun 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [al-Baqarah/2 : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaqun 'Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaqun 'Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'anha bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي

"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.



Rabu, 09 September 2015

TIPS MENGELOLA STRES





  1. Seberat apapunpun beban, berusahalah tersenyum. Senyum menjadi sugesti peringatan beban ; Senyum tulus dapat mencairkan hubungan yang beku, memberi semangat kepada orang yang yang putus asa, membuat cerah suasana muram, obat penenang jiwa yang resah.
  2. Lakukan peregangan dengan olah raga, serta perbanyakpuasa sunah. Keduanya terbukti memicu tubuh menhasilkan endorfin dan enkefalin yang memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks secara alami.
  3. Jika memungkinkankan, jauhi sumber stres, tenangkan diri dengan zikir, istighfar, mencari tempat yang tenang atau melakukan hobi. Jangan memaksakan diri menghadapi stresor ketika diri masih tertekan, karena beban yang ada justru kian terasa berat.
  4. Setelah merasa lebih tenang, segera menentukan langkah untuk menghadapi stres. Jangan terlena menjahui sumber stre, karena dapat menjadikan jiwa kecut serta lebih suka lari dari kenyataan.

Jumat, 04 September 2015

AMBIL IBROH KISAH NABI YUNUS



 
  'NABI YUNUS"
Hampir semua orang islam tahu tentang sejarah perjuangan Nabi Yunus yang terkenal karena Nabi Yunus harus turun ke laut yang buas dan dalam. Salah satu penumpangnya kapal tsb harus dikurangi , bila tidak dikurangi maka kapal akan tenggelam kelebihan muatan.  Untuk memutuskan siapa yang harus turun ke laut, maka dilakukanlah undian, undian pertama hingga ke tiga jatuh pada Nabi Yunus. Maka atas musyawarah yang sangat demokratis, Nabi Yunus di turunkan dari kapal masuk ke lautan yang ganas dan buas.
Ganas karena banyak sekali ikan-ikan besar seperti hiu yang siap menyambar setiap makhluk yang bernyawa yang bergerak dipermukaan laut untuk disantapnya. Buas karena gelombang laut yang sangat tinggi dan deburan ombaknya bagai suara palu godam yang mengenai batu cadas membuat suara yang mengerikan, ditambah langit hitam, angin kencang dan di sertai hujan lebat dengan kilat yang menyambar-nyambar. Bila kondisi seperti ini setiap manusia baik yang kuat iman atau yang tipis iman, akan timbul rasa ketuhanan yang sangat kuat. Bahkan yang sehari-harinya dengan kehidupan yang biasa-biasa saja, megerti adanya Tuhan. Bila ditanya siapa pencipta langit dan bumi seisinya, maka akan di jawab pasti " Allah lah pencipta langit dan bumi seisinya". Tetapi bila disuruh menjalankan perintah-Nya, maka tidaklah mau. Allah telah mngenalkan dirinya pada manusia ketika masih di alam ruh. " Bukankah aku ini Tuhan mu wahai manusia " Kata Allah. " Betul..engkaulah Tuhanku" Jawab manusia. Tetapi ketika sudah ada di bumi,banyak sekali yang lupa akan adanya Allah, karena terbawa atau hanyut dengan asesories dunia (harta, tahta dan nafsu sex) ditambah syetan senantiasa menggoda manusia manusia yang telah menjadi visi dan misinya untuk menyesatkan manusia disunia agar mau mengukitu langkah-langkah syetan yang kelak akan menjadi temannya di neraka.
Kembali lagi... Nabi Yunus akhirnya masuk kedalam lautan dan dimakan oleh ikan paus. Didalam ikan yang gelap dan pengab sementara di luar atau di laut kondisinya yang begitu mengerikan, ombak yang menggulung tinggi, hujan lebat dan halilintar yang menyambar-nyambar. Kondisi luar dan dalam yang serba tidak mengenakkan. Ahhirnya Nabi Yunus pun berdo'a
دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Akhirnya Allah mendengar do'a Nabi Yunus dan Nabi Yunus di muntahkan oleh ikan paus ke daratan, maka selamatlah Nabi Yunus.
Nah...bagaimana dengan kita sekarang.. ? Kondisi kita sekarang kodisinya serba sulit, terutama kondisi yang primer kondisi ekonomi yang morat-marit . Mencari kehidupan ke ekonomi serba sulit karena perekonomian negara sedang lesu, banyak pabrik yang gulung tikar dan PHK masal dimana-mana. Hubungan antar anggota keluarga kurang harmanis, akibat kesulitan ekonomi. Kondisi semacam ini
Ibarat nya seperti keadaan Nabi Yunus..Kenapa kita tidak coba berdoa'a seperti Nabi Yunus. Mudah-mudahan Allah akan mengeluarkan kita dari SEMUA KESULITAN DAN KESUSAHAN DAN ALLAH AKAN MENEMPATKAN DI TEMPAT YANG TERBAIK ...AMIN...

Rabu, 02 September 2015

SHALAT TAHAJUD



Shalat tahajud adalah ibadah yang dianjurkan dan ditekankan (sunnah muakkad). Dalam Al Quran
meneceriterakan ciri-ciri hamba Allah Yang Maha Penyayang :
Suarat Al Furqan Ayat 64:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا [٢٥:٦٤]
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.


كانو ا قليلامن اليل ما يهجعون وبا لاسحارهم بستغفرون
-mereka sedikit sekali tidur di waktu malan. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar"(QS.Adz Dzariyat: 17-18)

QS As Sajdah 16-17

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya 1194, sedang mereka berdo’a kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. 32:16) 17. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam- macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 32:17) 

PENGERTIAN TAHAJUD:

Jika ada kalimat : Hajadarrojulun artinya : "Ada seorang yang tidur di waktu malam"
                           Hajjadarrojulun artinya : "Orang itu shalat diwaktu malam"
Hanya beda huruf J yang bertasydid maka artinya beda HAJADA  sama HAJJADA itu beda artinya.

Sedangkan orang yang bertahajud hanya bermakna "Orang yang bangun tidur untuk mengerjakan shalat"

Shalat malam atau Qiyamul lail sama dengan Shalat Tahajjud ?


Para ulama menegaskan,qiyam lail lebih umum dari pada tahajjud. Karena qiyam lail mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat, membaca Al-Quran, belajar mengkaji ilmu agama, atau dzikir. Selama ketaatan itu dilakukan di malam hari, sehingga menyita waktu istirahatnya, bisa disebut qiyam lail. Baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudah tidur.

Dalam Maraqi Al-Falah dinyatakan,
معنى القيام أن يكون مشتغلا معظم الليل بطاعة , وقيل : ساعة منه , يقرأ القرآن أو يسمع الحديث أو يسبح أو يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم
Makna Qiyam lail adalah seseorang sibuk melakukan ketaatan pada sebagian besar waktu malam. Ada yang mengatakan, boleh beberapa saat di waktu malam. Baik membaca Al-Quran, mendengar hadis, bertasbih, atau membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 34/117).

Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berupa sholat. Sementara ibadah lainnya, selain shalat, tidak disebut tahajud.

Kedua, apakah harus tidur dulu?
Ulama berbeda pendapat tentang syarat bisa disebut sholat tahajud, apakah harus tidur dulu ataukah tidak.
1. Tahajud harus tidur dulu
Ini merupakan pendapat Ar-Rafi’i – ulama madzhab Syafii –. Dalam bukunya As-Syarhul Kabir, beliau menegaskan,
التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ ، وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ ، فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا
“Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”
Setelah menyatakan keterangan di atas, Ar-Rafi’i membawakan riwayat dari katsir bin Abbas dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu ‘anhu,
<
يَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Diantara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir mengatakan,
Sanadnya hasan, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh, juru tulis Imam Al-Laits, dan Abu Shaleh ada kelemahan. Hadis ini juga diriwayatkan At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah. Dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat jalur sebelumnya.

2. Tahajud TIDAK harus tidur dulu
Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313).
Karena tahajud memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat malam bisa disebut tahajud jika dilakukan setelah bangun tidur atau di waktu banyak orang tidur.
Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام
Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)
Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan,
في معنى التهجد ثلاثة أقوال (الأول) أنه النوم ثم الصلاة ثم النوم ثم الصلاة، (الثاني) أنه الصلاة بعد النوم، (والثالث) أنه بعد صلاة العشاء. ثم قال عن الأول: إنه من فهم التابعين الذين عولوا على أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينام ويصلي، وينام ويصلي . والأرجح عند المالكية الرأي الثاني
Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

JUMLAH RAKAAT SHALAT MALAM

Tidak ada batasan jumlah raka'atnya . Berdasarkan :

"Shalat malam itu dilakukan dengan salam pada tiap dua raka'atnya. Jika salah satu kalian khawatir keburu datang waktu subuh maka hendaklah ia shalat satu raka'at sebagai witir bagi shalat-shalat sebelumnya"
(HR. Al Bukhari hadist no 990 dan Muslim No 749)

Namun yang paling utama adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka'at shalat malam :
Dari Aisyah, berkata :
" Rasulullah shalat malam di waktu setelah selesai shalat 'Isya sampai terbit fajar sebanyak sebelas rakaat dengan salam setiap selesai dua raka'at, lalu witir dengan satu raka'at"
(HR Muslim No 736)

"Rasulullah tidak pernah shalat malam di bulan ramadhan maupun di luar ramadhan lebih dari sebelas raka'at"
(HR Bukhari No 1147 dan Muslim No 738)
 

Selasa, 01 September 2015

"Rahasia di Balik Waktu Shalat"

Rahasia di Balik Waktu Shalat, yang Berhubungan Dengan Tubuh Kita




Apakah kita ingat tentang larangan orang tua kita waktu masih kecil? jika waktu mendekati Maghrib harus segera masuk ke rumah ? Atau kita juga pernah mendengar orang berkata, jangan bangun kesiangan nanti rizki kita di patok ayam, ada juga yang bilang kita akan lebih sehat jika membiasakan bangun pagi sebelum subuh. Seperti halnya yang di contohkan oleh Rasulullah SAW, Rasulullah SAW terbiasa bangun disepertiga akhir malam atau sebelum waktu subuh itu datang. Beliau selalu shalat di awal waktu. Dan kebiasaan baik itu kini terbukti secara ilmiah bisa menyehatkan tubuh manusia.

Berbicara tentang shalat, Setiap umat muslim diwajibkan melaksanakan shalat 5 waktu, yaitu subuh, duhur, asar, magrib dan isya. Dan ternyata ada rahasia di balik waktu shalat yang berhubungan dengan tubuh manusia. Ingin tahu apa hubungannya? berikut penjelasannya.

Setiap peralihan waktu sholat sesungguhnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang bisa diukur dan diserap melalui perubahan warna alam semesta.




SUBUH
Saat Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang sama dengan frekuensi tiroid. Persamaan ini mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Jadi warna biru muda / waktu subuh memiliki rahasia yang berhubungan dengan rezeki dan komunikasi. Seseorang yang sering tertinggal waktu Subuhnya atau terlewat secara berulang - ulang kali, jika dalam waktu yang lama akan menghadapi masalah dalam komunikasi yang pada akhirnya berakibat pada jalan rezekinya.

Ini dapat ditandai jika kita tidur setelah subuh akan bangun dengan rasa haus, berbeda pada saat kita terbangun saat tidur siang. Tubuh juga akan merasa kehilangan keseimbangan dan kehilangan semangat. Ini terjadi karena tenaga alam yang berwarna biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang seharusnya bisa terserap jika manusia bangun saat sebelum fajar. Disini juga dapat kita temukan rahasia diperintahkan Sholat diawal waktu. Berawal saat adzan Shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi, mereka yang terlewat Subuhnya sebenarnya sudah tidak dapat lagi menyerap tenaga yang berasal dari alam secara optimal.

DHUHUR
Selanjutnya Warna alam akan berubah ke warna hijau (isyraq & Dhuha) kemudian berubah menjadi kuning, warna kuning menandakan masukknya waktu Dhuhur. Spektrum warna pada waktu ini sama dengan frekuensi perut dan hati, frekuensi ini berhubungan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini memiliki rahasia yang berhubungan dengan keceriaan dan optimisme. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan / terlewat Dhuhurnya secara berulang dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan akan cenderung kehilanang sifat cerianya.

ASHAR
Lalu setelah waktu duhur, warna alam akan beralih ke warna orange, yaitu menunjukan masuknya waktu Asyar dimana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang melingkupi sistem reproduksi. Rahasia di balik warna orange adalah kreativitas. Orang yang sering tertinggal waktu Asyar, ia akan kehilangan daya kreativitasnya. Dan ternyata, tenaga pada waktu Asyar ini amat dibutuhkan oleh organ - organ reproduksi kita.

Dan Menjelang waktu maghrib,warna alam beralih ke warna merah dan di waktu ini kita dahulu sering dinasehati oleh orang2 tua agar segera masuk atau tidak berada diluar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan Iblis dan ini bermakna Jin dan Iblis pada waktu ini amat bertenaga karena mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini, hendaknya Sholat Maghrib dulu. Karenapada waktu ini banyak yang akan mengaburkan penglihatan kita. Rahasia waktu Maghrib/ warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

ISYA
Kemudian jika kita telah memasuik waktu Isya' alam berubah kewarna indigo dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu Isya' ini menyimpan rahasia ketentraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kerja otak manusia. Bagi Mereka yang sering ketinggalan Isya'nya akan selalu berada dalam kegelisahan. Pada waktu ini, Alam berada dalam kegelapan dan sesungguhnya, inilah waktu tidur yang baik dalam Islam. Tidur pada waktu ini dinamakan waktu dalam kondisi delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam masa istirahat dari aktivitas.

Selepas tengah malam, alam kembali bersinar dengan warna putih, merah jambu dan lalu beralih ke warna ungu, waktu ini hanya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitasi, talamus dan hipotalamus. Tubuh seharusnya bangkit, pada waktu ini dan di dalam Islam di sebut dengan sepertiga akhir malam. Jika ingin mendapatkan kebaikan pada waktu ini, Maka hendaklah manusia bangun dan melakukan shalat malam / tahajud.

Begitulah rahasia dibalik waktu-waktu shalat yang hubungan dengan tubuh manusia. Setiap orang hendaknya mengetahui informasi ini. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait Rahasia di Balik Waktu Shalat, yang Berhubungan Dengan Tubuh Kita :

Minggu, 23 Agustus 2015

ciri ciri wanita yang akan membawa rezeki buat suaminya.





          
# 1. Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
Ada empat faktor yang menjadi pertimbangan sebelum menikahi seorang wanita, yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya dan (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk memilih wanita karena faktor agamanya, beruntung sekali jika bisa mendapatkan keempatnya. Wanita yang taat pada Allah dan Rasulnya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman. Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang saleh didampingi istri yang salehah akan menjadikan rumah tangga itu berberkah, menghasilkan anak-anak yang saleh / salehah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.
# 2. Wanita yang taat pada suaminya.
Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud kepada suaminya (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka isteri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang isteri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.
“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang saleh adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya”. (Q.S. An Nisa : 34).
# 3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
Tugas utama isteri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Isteri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya. Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal postif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.
# 4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wnita salehah” (H.R. Muslim). Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang saleh hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya.
Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendoakannya akan memudahkan rezeki datang padanya.
# 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
Saat suami keluar mencari nafkah, isteri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya. Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.
# 6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain. ” Maukah kalian kuberitahu isteri-isteri yang menjadi penghuni surga yaitu isteri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (H.R.An Nasai). Isteri seperti ini adalah isteri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,
# 7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya. Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun memlalui suaminya.
# 8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya. Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunat seperti puasa sunat meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.
# 9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.
Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak /takdir Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus doa, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat. Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Itulah 9 ciri-ciri wanita atau isteri yang akan membawa rezeki bagi suaminya. Betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan isteri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun isteri belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik isterinya, karena isteri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu alam.